Berita

Hari ke-15 Ramadan: Tradisi Qunut Witir Mulai Diterapkan di Masjid NU Surabaya

SURABAYA,Harianjatim.net – Memasuki hari ke-15 bulan Ramadan, suasana ibadah malam di sejumlah masjid di Surabaya semakin khusyuk dan dipadati jamaah. Pertengahan Ramadan menjadi momentum dimulainya pembacaan doa qunut dalam salat Witir di banyak masjid yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU).

Berpedoman pada mazhab Muhammad bin Idris asy-Syafi’i, pelaksanaan tarawih di lingkungan NU umumnya dilakukan sebanyak 20 rakaat, dikerjakan dua rakaat dua rakaat, kemudian ditutup dengan 3 rakaat salat Witir. Tradisi 20 rakaat ini merujuk pada praktik yang berkembang sejak masa Khalifah Umar bin Khattab, yang menghidupkan kembali salat tarawih secara berjamaah.

Dalam mazhab Syafi’i, doa qunut tidak dibaca pada rakaat tarawih. Namun, ketika memasuki separuh akhir Ramadan — termasuk mulai malam ke-15 — qunut dianjurkan dibaca dalam salat Witir.

Praktik ini pun mulai diterapkan di sejumlah masjid NU di Surabaya, seiring meningkatnya partisipasi jamaah pada malam-malam pertengahan Ramadan.Imam Solikin, salah satu pengurus masjid di Surabaya, menjelaskan bahwa penambahan qunut pada Witir bukanlah kebiasaan baru. “Memasuki pertengahan Ramadan, kami mulai membaca qunut pada Witir sebagaimana anjuran dalam mazhab Imam Syafi’i. Ini sudah menjadi tradisi yang lama kami jalankan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pihak masjid tetap mengedepankan sikap saling menghormati di tengah perbedaan praktik ibadah. “Perbedaan dalam hal qunut ini termasuk ranah ijtihadiyah. Yang terpenting adalah menjaga kekhusyukan dan persatuan jamaah,” katanya.Dengan bertambahnya malam-malam Ramadan, semangat ibadah umat Islam di Surabaya pun kian meningkat.

Pertengahan bulan suci ini menjadi pengingat untuk memperbanyak doa dan amal, sembari tetap menjaga harmoni dalam keberagaman praktik keagamaan.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button