BeritaDaerahLifestyle

Pemkot Madiun Optimalkan Peran Bank Sampah Kelurahan Tangani Limbah Rumah Tangga

Madiun, harianjatim.net – Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur mengoptimalkan peran bank sampah di kelurahan dalam upaya penanganan masalah sampah yang diproduksi masyarakat, utamanya sampah rumah tangga.

Pelaksana Tugas Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun di Madiun, Rabu (29/04/2026), mengatakan bank sampah mempunyai andil penting dalam sistem pengelolaan sampah di daerah itu.

“Kami ingin melihat langsung kegiatan bank sampah dan Proklim, karena ke depan bank sampah ini akan punya peranan penting untuk pengelolaan sampah di Madiun. Mulai dari tingkat RT, nanti masyarakat akan kita libatkan dalam pemilahan sampah,” ujarnya saat meninjau Bank Sampah Pesanggrahan di Kelurahan Taman, Kecamatan Taman, Kota Madiun.

Menurut Bagus Panuntun, bank sampah di Kota Madiun memiliki peran besar dalam pengelolaan sampah karena mampu mengurangi volume sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Selain itu, keberadaan unit ini juga mengubah limbah menjadi produk bernilai ekonomis melalui proses daur ulang.

Oleh karena itu, Pemkot Madiun akan memetakan kesiapan seluruh bank sampah dalam kemampuan mendaur ulang sampah sekaligus mengedukasi masyarakat akan pengelolaan sampah yang benar.

“Saya ingin melihat bagaimana bank sampah yang ada di Madiun. Baik dari sisi SDM, termasuk bagaimana mereka melakukan sosialisasi pemilahan sampah kepada masyarakat,” kata Bagus Panuntun.

Ia memberikan apresiasi kepada Bank Sampah Pesanggrahan karena berhasil sebagai salah satu bank sampah paling lengkap di Kota Madiun, mulai dari pengelolaan sampah organik maupun anorganik.

Sampah organik dikelola salah satunya untuk biopori yang hasilnya digunakan untuk pupuk, selain itu juga terdapat pengelolaan eco enzyme.

Sampah anorganik di lokasi tersebut sudah didaur ulang menjadi beragam benda kaya manfaat.

Bank Sampah Pesanggrahan menurutnya sudah memiliki produk-produk daur ulang menarik dan bernilai jual sehingga sangat disayangkan jika hanya dipasarkan di lokasi bank sampah saja.

Oleh karena itu, Bagus Panuntun ingin mewadahi produk daur ulang tersebut dalam outlet khusus, seperti di kawasan Pahlawan Street Center (PSC).

“Jadi kreativitas teman-teman di bank sampah ini juga harus kita wadahi. Masyarakat mengolah sampah jadi produk baru, pemerintah bantu memasarkannya,” katanya.

Dengan demikian, upaya pengelolaan sampah di Kota Madiun diharapkan semakin diminati karena secara tak langsung akan menarik minat masyarakat lebih luas untuk andil dalam pengolahan sampah yang benar sekaligus bernilai ekonomis.(wa/ar)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button