
Jakarta, harianjatim.net – Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla menegaskan bahwa masjid memiliki peran strategis yang tidak terbatas sebagai tempat ibadah semata, melainkan juga harus menjadi pusat peradaban bagi umat Islam. Dalam pernyataan yang diterima di Jakarta pada Selasa, Jusuf Kalla memaparkan bahwa dengan perkiraan 800.000 masjid di seluruh penjuru negeri, Indonesia merupakan negara dengan jumlah masjid dan penganut agama Islam terbanyak di dunia.
”Masjid tentu yang pertama adalah tempat beribadah. Kita shalat lima waktu, tarawih, dan berbagai ibadah lainnya. Tetapi fungsi masjid tidak hanya itu, masjid juga menjadi tempat persatuan umat,” kata Jusuf Kalla. Saat menyampaikan ceramah tarawih di Masjid Agung Sunda Kelapa pada Senin (9/3), ia menyoroti keunikan masjid yang mampu menyatukan umat Islam dari berbagai latar belakang organisasi maupun daerah tanpa adanya sekat pemisah. Ia mencontohkan bagaimana warga dari organisasi seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah dapat beribadah bersama secara harmonis di dalam masjid.
Lebih lanjut, Jusuf Kalla menilai masjid harus menjadi fondasi dalam pembentukan peradaban yang berakar dari kata “adab”, yang mencakup perilaku baik, penguasaan ilmu pengetahuan, serta kekuatan iman. “Peradaban itu lahir dari keimanan, ilmu, dan perilaku yang baik. Karena itu masjid harus mendorong umat untuk menuntut ilmu, meningkatkan kemampuan, serta membangun karakter,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menekankan pentingnya penguatan ekonomi umat dengan merujuk pada keteladanan Nabi Muhammad SAW yang bekerja keras sebagai pedagang sebelum diangkat menjadi rasul. Menurutnya, bekerja keras merupakan bagian dari ajaran Islam yang harus didorong melalui peran masjid. “Berusaha dan bekerja keras itu bagian dari sunnah Rasul. Masjid juga harus mendorong umat agar memiliki kemampuan ekonomi yang baik,” tambah Jusuf Kalla.
Mengingat pesatnya kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan saat ini, ia mengingatkan agar umat Islam terus meningkatkan penguasaan ilmu agar tidak tertinggal. Ia berharap masjid secara konsisten menjadi tempat yang mendorong jemaah untuk bersatu, memperkuat moral, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas. “Masjid harus mendorong jamaah kepada kemajuan, persatuan, ilmu pengetahuan, kerja keras, dan akhlak yang baik. Dengan begitu masjid benar-benar menjadi pusat peradaban umat,” ucap Ketua DMI Jusuf Kalla menutup pernyataannya.( wan/ar)




