BeritaLifestyleOlahraga

KONI Surabaya Gandeng RS Ubaya dan BPJS TK untuk Jamin Perlindungan Atlet

SURABAYA, harianjatim.net – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Surabaya menggandeng Rumah Sakit Universitas Surabaya (RS Ubaya) dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK) untuk menjamin perlindungan kesehatan atlet secara menyeluruh.

Ketua Umum KONI Surabaya Arderio Hukom di Surabaya pada Minggu, 26 April 2026, mengatakan bahwa sekarang anak-anak kami tidak perlu khawatir lagi dalam berlatih karena kesehatan mereka terjamin oleh BPJS TK dan dukungan penuh dari RS Ubaya.

Arderio menyebutkan hampir seluruh atlet Pusat Latihan Cabang (Puslatcab) telah terdaftar dalam program jaminan kesehatan hasil kerja sama tersebut.

Ia menegaskan perlindungan perlu dilakukan sejak awal sebagai langkah antisipasi.

Menurutnya, perlindungan diri ini jangan sampai setelah kejadian baru melindungi, jadi lebih baik kita antisipasi dengan bersinergi bersama Rumah Sakit Ubaya dan BPJS TK.

Direktur RS Ubaya Wenny Retno Sarie Lestari memastikan kesiapan fasilitas medis lengkap, termasuk layanan terintegrasi dari pencegahan hingga rehabilitasi cedera bagi atlet.

Wenny menyatakan bahwa pelayanan kami melalui tim sport klinik memastikan atlet bisa kembali bertanding sesuai kapasitasnya, serta penanganan dilakukan secara cepat dan profesional.

Dalam kolaborasi tersebut, RS Ubaya berperan sebagai pelaksana layanan kesehatan teknis, sedangkan BPJS TK menjadi penjamin biaya perawatan.

Sinergi ini dinilai memudahkan mitigasi risiko cedera di lapangan.

Ia menambahkan bahwa atlet tidak perlu khawatir karena risiko sudah diatasi dengan penjaminan dari BPJS TK dan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Ubaya.

Account Representative BPJS TK Surabaya Andi Asmar mengatakan kerja sama tersebut juga bertujuan menekan beban ekonomi atlet akibat risiko cedera saat latihan maupun pertandingan.

Andi menjelaskan bahwa kami tidak mau mereka harus keluar biaya sendiri saat cedera, karena jika harus operasi, biayanya bisa ratusan juta dan tidak semua atlet mampu membayar itu.

Ia menambahkan pentingnya edukasi agar atlet memahami program perlindungan kecelakaan olahraga sehingga siap menghadapi risiko tanpa dampak ekonomi.

Andi juga menekankan bahwa perlu kita ikuti programnya supaya ketika terjadi risiko mereka sudah siap, sehingga tidak ada risiko ekonomi yang muncul akibat dari kecelakaan atau cedera itu.(wa/ar)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button