
Mojokerto, harianjatim.net – Tanpa hujan maupun angin kencang, plengsengan Sungai Sadar di Lingkungan Ngaglik, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, mendadak ambrol pada Selasa (5/5/2026) petang.
Bangunan penahan tanah seluas sekitar 4 x 10 meter itu runtuh setelah sebelumnya mengalami retakan sejak 1 April 2026 lalu. Akibat kejadian tersebut, sebuah bangunan Posyandu yang berdiri di atas tebing sungai ikut ambruk hingga rata dengan tanah dan hanya menyisakan puing-puing.
Menindaklanjuti kejadian itu, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (DPUPR Perakim) Kota Mojokerto langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal.
“Kami langsung turun ke lokasi dan berkoordinasi dengan Perum Jasa Tirta (PJT) I yang diwakili Ibu Ajeng. Kami juga memfasilitasi pengajuan perbaikan plengsengan sungai kepada PJT I,” kata Kepala DPUPR Perakim Kota Mojokerto Endah Supriyani melalui Kabid Sumber Daya Air (SDA) Basuki Ismail, Rabu (6/5/2026).
Dalam pertemuan yang digelar Rabu pagi, sejumlah tokoh masyarakat turut hadir membahas langkah penanganan.
“Pihak PJT I bersedia memperbaiki plengsengan dengan catatan warga tidak mendirikan bangunan di atas sempadan sungai serta tidak menuntut ganti rugi,” imbuh Basuki.
Ia menambahkan, perbaikan tebing Sungai Sadar direncanakan dikerjakan PJT I tahun ini. Namun, pelaksanaannya masih menunggu rekomendasi dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Saat ini, DPUPR Perakim juga telah memetakan sejumlah titik kritis di sepanjang aliran Sungai Sadar. Di antaranya berada di Jalan Raya Tropodo (sebelah Denbekang) dengan kerusakan sepanjang sekitar 12 meter, Lingkungan Miji Baru, Kali Brangkal di Sinoman 8 sepanjang 10 meter, serta Mentikan Gang Tanggul sepanjang 15 meter.
(Ud)








