JOMBANG, harianjatim.net – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan pembangunan nasional harus meneruskan cita-cita para pendiri bangsa untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang adil dan sejahtera.
Hal itu disampaikan Zulkifli Hasan saat ditemui di sela ziarah ke makam K.H. Wahab Chasbullah di area Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, dalam rangkaian kegiatan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di kabupaten tersebut.
“Kita harus meneruskan cita-cita sebagaimana yang diperjuangkan Mbah Wahab (K.H. Wahab Chasbullah), menuju Indonesia yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, adil bagi semuanya,” kata Zulkifli Hasan di Jombang, Kamis (27/8/2026).
Ia mengatakan semangat tersebut sejalan dengan cita-cita mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sebagaimana diamanatkan dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Menurut ia, prinsip pembangunan nasional juga harus berlandaskan semangat kekeluargaan, gotong royong, dan kebersamaan sebagaimana tercermin dalam Pasal 33 UUD 1945.
“Oleh karena itu harus tumbuh bersama. Nah, itu yang diperjuangkan sekarang,” ujarnya.
Zulkifli Hasan menekankan pertumbuhan dan pembangunan tidak semestinya hanya dirasakan oleh kelompok tertentu, tetapi harus memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.
Ia menyebut semangat kebersamaan menjadi bagian penting dalam upaya membangun Indonesia yang lebih adil dan sejahtera.
Selain ziarah di makam salah satu pendiri organisasi Islam, Nahdlatul Ulama K.H. Wahab Chasbullah, Zulkifli Hasan juga menghadiri Halaqoh Kebangsaan Ekonomi Bisnis Pesantren 2026 di Aula Universitas Darul Ulum Jombang.
Di acara tersebut, ia mendorong pondok pesantren dan perguruan tinggi Islam mengambil peran lebih besar dalam memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Menurut ia, pesantren memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem pangan dan ekonomi nasional karena memiliki sumber daya manusia serta jaringan masyarakat yang luas.
Ia mengatakan pesantren dapat mengembangkan berbagai kegiatan produktif, seperti pertanian, peternakan, pengolahan pangan, dan usaha lainnya yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Zulkifli Hasan juga menyampaikan bahwa pemerintah terus mengevaluasi berbagai program yang telah dijalankan selama 22 bulan masa pemerintahan saat ini.
“Pemerintahan baru berjalan 22 bulan. Dua bulan lagi genap dua tahun. Ada program yang sudah berhasil, ada yang belum, dan ada juga yang masih on going,” katanya.
Setelah mengikuti agenda tersebut, Zulkifli juga ikut pembukaan Muktamar Ke-35 NU di Lapangan Untung Suropati, Jombang.
Pembukaan Muktamar Ke-35 NU tersebut dihadiri Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta sejumlah menteri dan tokoh nasional.
Muktamar Ke-35 NU berlangsung pada Kamis (27/8/2026) hingga Senin (31/8/2026) dan menjadi forum konsolidasi organisasi sekaligus pembahasan berbagai persoalan strategis umat dan bangsa.
Selain menghadiri pembukaan Muktamar, Zulkifli Hasan dijadwalkan mengikuti sejumlah agenda di Jombang hingga Sabtu (29/8/2026), termasuk Silaturahmi Nasional Super Asparagus atau Aspirasi Para Gus serta peletakan batu pertama pembangunan Kampus 2 Universitas K.H A. Wahab Hasbullah (UNWAHA).( wa/an)








