Jatim Raih Juara Umum LKS Nasional 2026 Empat Kali Berturut-turut

SURABAYA, harianjatim.net – Pemerintah Provinsi Jawa Timur meraih juara umum Lomba Kompetensi Siswa Pendidikan Menengah Tingkat Nasional 2026 untuk keempat kalinya berturut-turut setelah kontingen Jatim membukukan 30 medali dan menempati peringkat pertama nasional.
“Pemprov Jawa Timur akan terus berkomitmen penuh dalam penyediaan ekosistem yang mampu melahirkan lulusan yang kompeten, inovatif, dan siap bersaing, baik di tingkat nasional maupun internasional,” kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Minggu.
Kontingen Jawa Timur meraih 18 medali emas, tujuh medali perak, dan lima medali perunggu pada Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah (Dikmen) Tingkat Nasional 2026.
Raihan tersebut menempatkan Jawa Timur di posisi teratas, diikuti DKI Jakarta dan Jawa Tengah.
Khofifah mengatakan prestasi tersebut menunjukkan kompetensi, kreativitas, dan daya saing siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) Jawa Timur.
Menurut Khofifah, LKS menjadi tolok ukur kualitas pendidikan vokasi sekaligus ruang menunjukkan kemampuan dan inovasi peserta didik sesuai kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (dudika).
Khofifah menyebut penurunan tingkat pengangguran terbuka lulusan SMK menjadi indikator penguatan hubungan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tingkat pengangguran terbuka lulusan SMK turun menjadi 5,73 persen pada Februari 2026 dari 5,87 persen pada Februari 2025.
“Ini karena kurikulum, program magang, hingga partnership dengan dudika ini sudah nyekrup. Sehingga tingkat kediterimaan dan keterserapan di dunia kerja ini cukup tinggi,” katanya.
Khofifah meminta kepala sekolah, guru pembimbing, dan pelatih terus meningkatkan kualitas pembinaan agar prestasi Jawa Timur dapat dipertahankan dan ditingkatkan.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan pelaksanaan LKS tahun ini lebih menantang karena menggunakan format hibrida serta menghadirkan cabang baru kecerdasan artifisial atau artificial intelligence.
“Salah satunya adalah artificial intelligence yang pertama kali digelar tahun ini, ternyata bisa dikuasai oleh anak-anak kita dari Jatim,” kata Aries.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan penghargaan kepada peraih medali emas sebesar Rp10 juta, perak Rp7,5 juta, perunggu Rp5 juta, dan Medallion for Excellence Rp2,5 juta.
Peserta yang belum meraih medali juga menerima sertifikat dan penghargaan dari Gubernur Jawa Timur.(wa/an)








