Advertorial

Miliki Track Lurus 2.5 Km, Kodaeral V Lirik Sungai Ngotok Jadi Venue Latihan Dayung

Sungai Ngotok sudah miliki dermaga dan track panjang cocok jadi venue latihan dayung

Mojokerto, harianjatim.net – Lintasan Sungai Ngotok di kawasan Taman Bahari Mojopahit (TBM) Kota Mojokerto mulai dilirik sebagai lokasi latihan sekaligus venue olahraga dayung. Lintasan lurus sepanjang lebih dari 2,5 kilometer dengan kondisi air yang relatif tenang dinilai memiliki karakter ideal untuk pembinaan atlet dayung.

Potensi tersebut menarik perhatian Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) V Surabaya, Laksamana Muda (Laksda) TNI Ali Triswanto, S.E., M.Si. Ia bersama jajarannya mendatangi kawasan TBM, Rabu (16/9/2026).

Kedatangan Laksda Ali disambut Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, sejumlah kepala OPD, di antaranya Kepala Disporaparekraf Kota Mojokerto Any Wijaya, Ketua PODSI Kota Mojokerto Tri Marmo serta Santoso Bekti.

Wali Kota Ika Puspitasari menunjukkan video latihan atlet dayung Kota Mojokerto di Sungai Ngotok

Menurut Ali, karakter Sungai Ngotok cukup mendukung untuk kegiatan olahraga dayung. Selain lintasannya panjang dan lurus, kondisi air yang tenang menjadi salah satu keunggulan yang dapat dimanfaatkan untuk latihan maupun perlombaan.

“Track-nya lurus, airnya cukup tenang. Tidak ada ombak dan arusnya juga tidak begitu kencang. Ini sangat ideal untuk lomba dayung,” kata Ali.

Ia menyebut, pihaknya juga membuka peluang menjadikan Sungai Ngotok sebagai lokasi pemusatan latihan atlet, termasuk untuk persiapan menghadapi kejuaraan tingkat nasional maupun Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Kita harapkan untuk pemusatan latihan, Kejurnas maupun PON. Bu Wali sudah bersedia menjadi tempat latihan untuk event-event kita,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan fasilitas pendukung di kawasan TBM juga menjadi nilai tambah. Salah satunya ruang bagi pelaku UMKM yang dapat bersinergi ketika kawasan tersebut digunakan untuk penyelenggaraan event olahraga.

“Ini sudah dibangun, ada fasilitas UMKM. Bisa bersinergi untuk event itu,” katanya.

Ali menambahkan, kunjungannya ke Mojokerto sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara Kodaeral V dengan pemerintah daerah. Menurutnya, kedekatan wilayah Surabaya dengan Mojokerto serta tersedianya sejumlah fasilitas olahraga membuka peluang kerja sama pembinaan atlet.

“Angkatan Laut dengan kegiatan dayung itu kan satu jiwa. Kita harus memberikan pembinaan kepada atlet dayung kita. Di sini tempatnya bagus, ke depannya bisa kita gunakan untuk latihan olahraga dayung,” tuturnya.

Ia juga memberikan perhatian terhadap persiapan atlet dayung Kota Mojokerto yang tengah menjalani latihan. Dalam waktu dekat, terdapat agenda Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pelajar yang akan berlangsung di Ngawi.

“Saya lihat anak-anak Mojokerto sedang latihan. Kita harapkan semangat untuk event itu,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyambut baik rencana pemanfaatan Sungai Ngotok sebagai lokasi latihan maupun penyelenggaraan event olahraga dayung. 

Menurutnya, potensi tersebut sejalan dengan upaya Pemkot Mojokerto mengoptimalkan keberadaan Taman Bahari Mojopahit sebagai kawasan yang tidak hanya menjadi ruang rekreasi, tetapi juga mendukung kegiatan olahraga dan aktivitas masyarakat.

Ning Ita, sapaan Ika Puspitasari, mengatakan, Pemkot Mojokerto terbuka terhadap sinergi dengan Kodaeral V maupun organisasi olahraga dalam pemanfaatan fasilitas yang ada. Terlebih, karakter Sungai Ngotok yang memiliki lintasan panjang dan kondisi air relatif tenang dapat menjadi salah satu modal untuk mengembangkan olahraga dayung di Kota Mojokerto.

“Kami tentu menyambut baik dan mendukung apabila Sungai Ngotok ini bisa dimanfaatkan untuk latihan maupun event olahraga dayung. Kami berharap nantinya tidak hanya atlet Kota Mojokerto yang berlatih di sini, tetapi juga bisa menjadi tempat pemusatan latihan atau kegiatan olahraga tingkat regional maupun nasional,” ujar Ika.

Menurutnya, penyelenggaraan event olahraga juga berpotensi memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Kehadiran atlet, official, maupun penonton dapat menggerakkan sektor UMKM dan aktivitas ekonomi di kawasan TBM.

Terpisah, Ketua PODSI Kota Mojokerto Tri Marmo mengatakan, Sungai Ngotok memiliki keistimewaan berupa lintasan yang panjang dan relatif lurus. Kondisi tersebut selama ini memang dimanfaatkan tim dayung Kota Mojokerto sebagai salah satu lokasi latihan.

“Lintasannya sekitar 2,5 kilometer. Ini sangat ideal untuk latihan,” kata Tri.

Ia menjelaskan, atlet dayung Kota Mojokerto kini juga tengah dipersiapkan menghadapi agenda Popda yang dijadwalkan berlangsung bulan depan. Cabang dayung mempertandingkan nomor perorangan maupun beregu dengan total sekitar 26 kelas dan mencakup berbagai kelompok usia.

Tri mengatakan, Kota Mojokerto memiliki potensi atlet dayung yang cukup baik.

Prestasi tersebut antara lain terlihat dalam ajang Porprov Jawa Timur, di mana cabang olahraga dayung turut menyumbang capaian bagi kontingen Kota Mojokerto.

“Event terdekat Oktober nanti di Ngawi,” pungkasnya.

Kalau mau dibuat lebih nendang untuk headline koran, angle-nya juga bisa digeser menjadi “Kodaeral V Bidik Sungai Ngotok untuk Kawah Candradimuka Atlet Dayung”. (Adv-kom) 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button