Advertorial

DCKPKP Gresik Dorong Optimalisasi Ipal Komunal

Gresik,harianjatim.net – Penataan sistem sanitasi yang baik dan aman secara terpadu guna menekan pencemaran lingkungan permukiman dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat digalakkan Pemerintah Kabupaten Gresik.

Salah satunya melalui sejumlah pembangunan infrastruktur Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Komunal yang mampu mengelola limbah lumpur tinja dan aktivitas dapur rumah tangga.
Kabid Cipta Karya Dinas Cipta Karya Perumahan dan Kawasan Permukiman (CKPKP) Gresik, Muhammad Arif Yulianto mengatakan targetnya bukan hanya terbangunnya infrastruktur tapi keberlangsungan program termasuk pengelolaan pemanfaatan dan pemeliharaan sarana prasarana pasca terbangun.

“ Koordinasi dengan pihak terkait akan dilakukan untuk optimalisasi pemanfaatan IPAL Komunal, mulai UPT PLCD (Pengelolaan Limbah Cair Domestik dan Kelompok Pemanfaat dan Pemeliharaan (KPP) serta sosialisasi ke pemerintah desa dan kecamatan tentang pentingnya sanitasi baik dan aman termasuk dampaknya,” ungkap Arif, Jumat ( 4/9/2026).

Menurutnya jika setiap rumah mengandalkan tangki septik individual, hasilnya seringkali tidak optimal. Mulai kapasitas yang cepat penuh, risiko pencemaran air tanah, hingga biaya pemeliharaan yang membebani masing-masing pemilik rumah.

“ Solusi yang jauh lebih efektif dan berkelanjutan adalah IPAL komunal. Sistem ini tidak hanya mengatasi keterbatasan septic tank individual, tetapi juga mengangkat standar sanitasi kawasan secara keseluruhan,” papar Arif.

Ia menjelaskan sarana prasana IPAL Komunal harus diperikasa secara periodik oleh KPP, misalnya pengecekan jaringan pipa dan volume IPAL.

“ Minimal tiga tahun sekali harus dikuras. Penyedotan limbah kita sarankan UPT PLCD. Nanti limbahnya akan diolah IPLT (Instalasi Pengelolaan Lumpur Tinja) Betoyoguci. Jika penyedotan lewat swasta kita khawatir nanti dibuang sembarangan sehingga berpotensi mencemari lingkungan,” jelas Arif.

Peranan KPP di masing-masing kawasan penerima manfaat di sejumlah desa jadi garda terdepan demi keberlangsungan program.

“ pengurus KPP bisa punya rasa memiliki dan ikhlas melaksanakan tugasnya bisa maksimal merawat IPAL sehingga bisa termanfaatkan oleh masyarakat dalam jangka panjang,” harap Arif.

Arif berharap program sanitasi pembangunan IPAL Komunal kedepan bisa terbangun di sejumlah wilayah di Kabupaten Gresik.

“ Kita akan koordinasi untuk pendanaan sanitasi baik dan aman. Kita juga sampaikan tidak harus dari APBN atau APBD, bisa juga melalui CSR maupun swadaya masyarakat,” pungkas Arif.

Tahun 2025 Pemerintah Kabupaten Gresik melalui DCKPKP Gresik mendapatkan alokasi anggaran dari APBN DAK Fisik Bidang Sanitasi untuk sejumlah pembangunan IPAL Komunal. Setiap IPAL komunal diberikan kuota dapat melayani minimal 50 KK (Kartu Keluarga).

Sebaran pembangunan IPAL komunal yang sudah terbangun itu
antara lain di Kecamatan Manyar terdapat 5 desa penerima yakni Desa Karangrejo, Betoyokauman, Ngampel dan Morobakung. Di Kecamatan Balongpanggang terdapat 2 lokasi yakni di Desa Wahas dan Dapet serta di Desa Klangonan Kecamatan Kebomas. Kemudian di Desa Campurrejo Kecamatan Panceng terbagi 7 lokasi kegiatan yang menjadi bagian mendukung program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) DAK PPKT (Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu).

IPAL komunal merupakan sistem instalasi pengolahan air limbah yang digunakan secara bersama-sama sejumlah rumah tangga atau pengguna dalam satu kawasan. Berbeda dengan sistem septik tank individual yang bekerja sendiri-sendiri untuk setiap unit rumah, IPAL komunal mengumpulkan seluruh air limbah dari kawasan melalui jaringan perpipaan terpadu, kemudian mengolahnya secara terpusat di satu instalasi pengolahan bersama.

Air limbah yang diolah dalam IPAL komunal mencakup dua kategori utama, yakni black water (limbah dari toilet dan kakus yang mengandung tinja dan urin) dan grey water (air bekas mandi, cuci pakaian, dan aktivitas dapur). Kedua jenis limbah ini dikumpulkan melalui jaringan pipa yang terhubung dari setiap unit rumah menuju instalasi pengolahan terpusat.

Efisiensi penurunan beban pencemar dari sistem ini diproyeksikan dapat mencapai 90%, menjadikannya salah satu solusi pengolahan limbah domestik paling andal yang tersedia saat ini. (udi/adv)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button