
SURABAYA, harianjatim.net – Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur bersama Tim Saber Pangan Provinsi Jawa Timur melaksanakan monitoring harga dan memasifkan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan serta MinyaKita di pasar tradisional menyikapi informasi kenaikan harga beras akibat memasuki musim kemarau.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Timur Langgeng Wisnu di Pasar Tambakrejo, Surabaya, Sabtu, mengatakan Perum Bulog akan menggelontorkan beras SPHP kurang lebih 700 ton dan MinyaKita sebanyak kurang lebih 20 ribu liter melalui mitra binaan Bulog Jawa Timur.
“Sejak Maret sampai dengan September 2026 penyaluran beras SPHP Perum Bulog Kanwil Jatim mencapai 130 ribu ton atau 130,9 Persen dari target perusahaan sejumlah 98,7 ribu ton dan distribusi MinyaKita mencapai 18,5 juta liter yang didistribusikan melalui 4.609 mitra yang tersebar di Jawa Timur,” katanya.
Langgeng mengatakan penyaluran beras SPHP dan MinyaKita itu melalui mitra binaan Perum Bulog Kanwil Jawa Timur seperti pasar tradisional, retail modern, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, koperasi Badan Usaha Milik Negara atau Badan Usaha Milik Daerah, hingga Rumah Pangan Kita.
“Mitra binaan ini sangat berperan aktif dalam penyediaan, keterjangkauan serta ketersediaan pangan untuk konsumen serta berperan dalam menjaga inflasi,” katanya.
Langgeng menyatakan berdasarkan pemantauan harga pangan sembako di Pasar Tambakrejo beras medium terpantau stabil di bawah Harga Eceran Tertinggi Rp13.500 per kilogram dan beras SPHP terpantau eceran berkisar Rp12.000 hingga Rp12.500 per kilogram masih di bawah Harga Eceran Tertinggi beras SPHP serta MinyaKita dijual maksimal Rp15.700 per liter oleh pedagang binaan Perum Bulog.
Langgeng menjelaskan, saat ini ketersediaan pasokan beras sebanyak 1,3 juta ton dan MinyaKita 3,2 juta liter yang tersimpan di gudang Bulog Jawa Timur.
“Harapannya masyarakat tidak perlu khawatir dan melakukan panic buying,” kata Langgeng.
Langgeng mengatakan pihaknya memastikan seluruh instrumen yang dimiliki terus dioptimalkan untuk menjaga stabilitas pangan nasional seperti melalui penguatan stok, percepatan penyaluran SPHP dan MinyaKita, penambahan pasokan beras premium, pelaksanaan operasi pasar, serta pengawasan langsung secara serentak.
“Kolaborasi dengan pemerintah, aparat, pelaku pasar, jaringan ritel modern dan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat agar pasokan tersedia secara merata dan masyarakat di seluruh Indonesia dapat memperoleh pangan dengan harga yang wajar dan terjangkau,” katanya.
( wa/an)








