
Lamongan (harianjatim.net) – Pemerintah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menggelar Parade Kebangsaan sebagai upaya memperkuat harmoni dan persatuan antar-etnis sekaligus menutup rangkaian peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan keberagaman masyarakat harus menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan dan kebersamaan dalam membangun daerah.
“Berbagai etnis di Kabupaten Lamongan terus bersatu dalam satu kesatuan. Semangat Bhinneka Tunggal Ika harus diwujudkan dengan saling bergandeng tangan dan kebersamaan untuk mewujudkan kejayaan Lamongan yang berkelanjutan,” katanya di Lamongan, Minggu.
Yuhronur menjelaskan persatuan dalam keberagaman menjadi modal penting bagi masyarakat Lamongan untuk menjaga persaudaraan, menumbuhkan nasionalisme, serta bersama-sama berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Sementara itu, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Lamongan Sudjito mengatakan Parade Kebangsaan bukan sekadar karnaval, melainkan ekspresi masyarakat dari berbagai etnis untuk menunjukkan kebanggaan terhadap adat dan budaya masing-masing.
Sudjito menilai keterlibatan berbagai etnis dalam satu kegiatan mencerminkan pembauran dan persaudaraan masyarakat Lamongan di tengah keberagaman.
Parade Kebangsaan digelar di Alun-Alun Lamongan pada Sabtu (5/9) dengan menampilkan pawai dan kesenian berbagai etnis Nusantara yang hidup dan berkembang di daerah setempat.
Berbagai budaya yang ditampilkan antara lain Jawa, Batak, Nias, Minangkabau, Tionghoa, Sunda, Madura, Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Makassar.
Selain pawai mengelilingi kawasan pusat kota, peserta juga menampilkan beragam pertunjukan seni dan budaya Nusantara yang menjadi bagian penutup rangkaian peringatan HUT Ke-81 RI di Kabupaten Lamongan.
( wa/an)








