AdvertorialBerita

Pemkab Mojokerto Antar 30 Siswa Sekolah Rakyat ke Kediri, Pembangunan Kampus 7,5 Hektare Dipersiapkan

Bupati Al Barra melepas keberangkatan 30 siswa-siswi SR ke Kota Kediri

Mojokerto, harianjatim.net – Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra melepas keberangkatan 30 siswa-siswi Sekolah Rakyat (SR) ke SR Kota Kediri, Senin (13/7/2026). Rombongan belajar (rombel) kelas VII asal Kabupaten Mojokerto tahun ajaran 2026/2027 di Pendopo Graha Maja Tama itu diberangkatkan bersama orang tua pendamping dengan menggunakan 2 bus milik Pemkab Mojokerto. 

Pelepasan keberangkatan itu disaksikan  Kepala Dinas Pendidikan, Amsar Azhari Siregar dan Kadinsos Try Raharjo Murdianto beserta para camat. 

Sekedar diketahui, Kabupaten Mojokerto menjadi satu di antara 15 kabupaten/kota di Jawa Timur dan 63 daerah se-Indonesia yang masuk tahap pertama SR mengawali tahun ajaran baru 2025/2026. Sebanyak 50 siswa dengan dua rombel yang mendapat kesempatan mengenyam pendidikan berkonsep asrama ini. Terdiri dari 22 laki-laki dan 28 perempuan.

Pemkab Mojokerto berencana membangun SR terpadu di Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong dengan menyiapkan lahan seluas 7,5 hektare yang nantinya akan mengintegrasikan jenjang pendidikan secara menyeluruh. Mulai dari sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA).

Sungkem, siswa-siswi kelas VII SR ketika hendak berangkat ke Kota Kediri

“Sementara (murid baru SR) kita titipkan di Kota Kediri. Karena kita bagian dari SR rintisan awal, karena masih berproses. Sampai pembangunan sudah selesai, ” kata Bupati Al Barra menjawab pertanyaan wartawan usai melepas keberangkatan siswa-siswi SR. 

Kepala daerah yang akrab dipanggil Gus Barra juga menyampaikan bahwa sekolah SR di Gedeg tengah berjalan, dan sekarang kelas VIII. Sedangkan anggaran pembangunan SR di Dawarblandong berasal dari pusat. “Kita mengurusi soal perijinan dan segala sesuatunya dari kita. Termasuk penyiapan lahan 7.5 hektar, ” imbuhnya. 

Dalam sambutannya, Bupati Al Barra menyampaikan harapannya pada para murid baru. Pelepasan murid ini adalah untuk proses kebaikan mereka semua. Investasi yang paling berharga di dunia ini adalah investasi pendidikan. Berbeda dengan harta yang cepat habis. 

“Kelak mereka akan menjadi anak yang bermanfaat bagi agama, nusa dan bangsa. Iklaskan mereka, sekolah asrama karena kebutuhannya semua sudah dipenuhi, ” imbuhnya. 

Gus Barra juga menyampaikan agar para wali murid tidak kuatir dengan keperluan sehari-hari anaknya. “Makan, tempat, tidur, jajan nggak perlu kuatir. Karena semua ditanggung pemerintah pusat, yakni Kemensos. Agar mereka mendapat pendidikan yang layak, ” tuturnya. 

Pemkab Mojokerto juga mensupport program pemerintah pusat untuk mewujudkan SDM yang tangguh, cerdas, trampil, produktif dan berkarakter untuk menuju Kabupaten Mojokerto yang adil dan makmur. 

“Pesan saya, anak-anak harus giat belajar asal, taati aturan, cepat beradaptasi. Dan belajar sebaik mungkin untuk masa depan yang lebih cerah, ” pungkasnya. 

Sementara itu, Kadinsos Try Raharjo Murdianto mengungkapkan pada tahun ajaran 2026/2027 Pemkab Mojokerto mendapatkan kuota 30 peserta didik. Untuk jenjang kelas VII SMP. Kabupaten Mojokerto menjadi pilot project 

“Karena kita ada sekolah rintisan dan masih dalam proses usulan, maka dari itu kita hanya diberikan kuota 30 dan akan dititipkan di Sekolah Rakyat Kota Kediri,” jelasnya.

Terkait rekrutmen, Kadinsos menjelaskan bahwa seluruh proses dilakukan melalui aplikasi “Setara” milik Kementerian Sosial yang datanya bersumber dari DTKS desil 1 dan 2. Namun demi asas keadilan, pihaknya bersama BPS melakukan verifikasi lapangan.

“Namun tidak menutup kemungkinan, karena ini kita berbicara hak untuk memperoleh keadilan. Ada di dalam aplikasi Setara tersebut kategori masyarakat benar-benar tidak mampu. Ditemukan beberapa yang masuk dalam Desil 3,” ungkapnya.

“Secara kondisi, kondisinya benar-benar sangat-sangat tidak mampu. Sehingga keluarga tersebut langsung kami lakukan pembaruan data. Berdasarkan kacamata kami Dinas Sosial bersama BPS, keluarga tersebut lebih layak jika masuk pada Desil 1 dan 2,” terangnya. (Adv/nin) 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button