
JAKARTA, harianjatim.net – Presiden Prabowo Subianto meminta kepala daerah hingga aparat di daerah mengawasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), menyusul adanya indikasi penyimpangan dalam pelaksanaan program tersebut.
Saat memberikan arahan di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat, Presiden meminta gubernur, bupati, camat, kepala desa, serta aparat terkait ikut mengawasi seluruh dapur MBG.
“Kita mengerti dan kita sadar banyak juga yang nyusup ke tubuhnya MBG untuk jadi maling di situ. Maka saya minta gubernur, bupati, camat, kepala desa, boleh periksa semua dapur MBG, saudara periksa,” kata Prabowo.
Presiden juga meminta jajaran TNI dan Polri, mulai dari komandan distrik militer, kepala kepolisian resor, hingga kepala kepolisian sektor untuk turut mengawasi pelaksanaan program tersebut.
Prabowo meminta setiap temuan penyimpangan dilaporkan kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) atau langsung kepada dirinya.
“Laporkan ke Kepala BGN, kalau perlu lapor langsung ke saya. Gampang, ngomong ke TikTok langsung, aku kirim tim untuk selesaikan. Benar? Nggak usah susah-susah,” ujarnya.
Presiden mengingatkan pengawasan dilakukan untuk memperbaiki pelaksanaan program, bukan mencari keuntungan pribadi ataupun meminta setoran.
Menurut dia, masyarakat kini juga dapat ikut mengawasi jalannya program pemerintah melalui penggunaan gawai dan media sosial.
“Rakyat sekarang tidak bodoh, rakyat punya gadget. Tapi memang ya, orang kalau mau nyolong ada saja, ada saja. Gue heran juga itu,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga mengingatkan agar pembagian porsi makanan tetap sesuai ketentuan dan tidak dikurangi, termasuk dalam penyediaan lauk bagi penerima manfaat.
“Kalau kita, satu ayam potong delapan atau 10 lah. Paling kecil 12 lah, jangan pula dipotong 18 atau 22. Disangka kita nggak ngerti,” katanya.
Selain itu, Presiden meminta penyediaan menu telur dalam program MBG lebih mengutamakan telur rebus atau telur ceplok dibandingkan telur dadar maupun telur orak-arik agar porsi tetap sesuai.
Prabowo menegaskan MBG merupakan program strategis untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
“Dia sel otak harus berkembang dengan baik, sel tulang harus baik, sel otot harus baik, dia berkembang sehat. Dia bisa jadi petani yang sehat, dia bisa jadi pekerja yang baik, dia bisa jadi ilmuwan, dia bisa jadi dokter. Kalau dari kecil makan yang nggak bagus, dia nanti tidak maksimal,” katanya.
Data penelusuran menyebutkan, hingga pertengahan 2026, pemerintah mencatat Program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau sekitar 62 juta penerima manfaat atau sekitar 74,8 persen dari target nasional sebanyak 82,9 juta penerima.(wa/an)







