Ning Ita Hadiri Doa Lintas Agama di Kota Mojokerto

Mojokerto, harianjatim.net – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari ikut berdonasi untuk membantu warga terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Aksi tersebut dilakukan saat Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota menghadiri refleksi dan doa bersama lintas agama di GOR Seni Majapahit, Kamis (27/8) malam.
Kegiatan tersebut mempertemukan masyarakat dari berbagai komunitas, yayasan, dan organisasi untuk mendoakan para korban sekaligus menghimpun kepedulian. Kebersamaan ini menunjukkan bahwa kemanusiaan mampu menyatukan masyarakat di tengah perbedaan suku, ras, maupun agama.
“Atas nama Pemerintah Kota Mojokerto, saya mengucapkan terima kasih. Ini adalah sebuah wujud kepedulian kita. Tidak melihat perbedaan yang kita miliki, tetapi kita dipersatukan oleh kemanusiaan yang kita miliki,” tutur Ning Ita.
Menurutnya, bencana yang menimpa masyarakat NTT mengetuk rasa empati masyarakat di berbagai daerah. Karena itu, doa perlu diikuti tindakan nyata dengan menyisihkan sebagian yang dimiliki untuk membantu para korban.
“Ketukan empati itulah yang kemudian melahirkan sebuah tindakan yang kita lakukan, dengan memohonkan kepada Tuhan supaya mereka semuanya diberikan ketabahan dan kesabaran,” katanya.
Ning Ita juga menyampaikan kondisi bencana di tiga kabupaten di NTT, yakni Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo. Bencana tersebut menimbulkan korban jiwa, menyebabkan ratusan ribu warga mengungsi, serta merusak rumah dan fasilitas umum maupun fasilitas sosial.
Di sisi lain, Ning Ita mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap potensi bencana di wilayah masing-masing. Ia menyinggung potensi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah, termasuk kawasan Jawa Timur, serta meminta masyarakat yang hendak melakukan pendakian untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Bencana itu potensinya ada di hampir seluruh wilayah. Jadi mohon untuk memanfaatkan sumber-sumber media, termasuk situs atau media sosial BMKG. Informasi itu akan terus dilakukan update setiap saat,” tambahnya.
Ning Ita berharap doa dan kepedulian yang dihimpun menjadi energi kemanusiaan bagi para korban bencana sekaligus memperkuat kerukunan di Kota Mojokerto. “Terima kasih atas kekompakan, keguyuban, kerukunan semuanya. Inilah semangat kita sebagai kota toleran, kota harmoni,” pungkasnya. (Ud)







