BeritaBisnisLifestyleNasional

Kemenekraf Bidik Pasar Internasional Lewat Pelatihan Pelaku Fesyen

TANGERANG SELATAN, harianjatim.net – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf) membekali 33 pelaku usaha fesyen dengan strategi pengembangan bisnis dan penerapan fesyen di Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (10/10/2026) hingga Minggu (11/10/2026).

Langkah pelatihan manajemen usaha ini mendorong pelaku usaha fesyen di Tangerang Selatan untuk meningkatkan kapasitas bisnis serta mengembangkan produk berkelanjutan agar mampu memperluas jangkauan pasar hingga ke tingkat internasional.

Direktur Fesyen Kementerian Ekonomi Kreatif, Iffah Sa’aidah, menyampaikan bahwa pelatihan yang diikuti 33 pelaku usaha pada 10–11 Oktober 2026 ini merupakan bagian dari aktivasi Creative Hub di Tangerang Selatan.

“Kami ingin mengaktivasi Creative Hub di berbagai daerah sebagai tempat bagi para pelaku fesyen untuk meningkatkan kemampuan sekaligus membangun komunitas. Mereka yang sebelumnya menjalankan usaha secara mandiri dapat saling mengenal, berbagi pengalaman, dan membuka kesempatan kerja sama sehingga ekosistem kreatif di daerah semakin kuat,” ujar Iffah dalam keterangan yang diterima pada Senin (12/10/2026).

Program ini menyasar pelaku usaha di tingkat kabupaten/kota dan provinsi agar memiliki kapasitas bisnis yang lebih baik melalui pelatihan pengembangan produk, strategi merek, pemanfaatan kekayaan intelektual, hingga penerapan konsep fesyen berkelanjutan.

Pengembangan Creative Hub menjadi salah satu upaya nyata dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di daerah secara menyeluruh.

Dalam pelatihan tersebut, para peserta mempelajari tren industri fesyen, praktik ramah lingkungan, serta teknik upcycling atau pemanfaatan kembali material untuk menghasilkan produk baru.

Materi lainnya mencakup pengembangan produk, branding, dan kekayaan intelektual guna mendukung penguatan identitas serta nilai tambah produk lokal.

Iffah berharap peningkatan kapasitas tersebut dapat membantu lebih banyak merek fesyen lokal menembus pasar yang lebih luas.

Selain memperkuat penjualan domestik, pengembangan merek lokal diarahkan untuk membuka peluang ekspor dan menarik investasi ke sektor ekonomi kreatif.

“Harapannya, produk fesyen dari daerah tidak hanya berkembang di pasar domestik, tetapi juga memiliki kesempatan bersaing secara internasional. Kami ingin semakin banyak merek lokal yang dapat menjangkau pasar ekspor dan menarik investasi sehingga pertumbuhan ekonomi kreatif memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional,” jelas Iffah.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Tangerang Selatan, S. Maringan, mengatakan bahwa pengembangan usaha fesyen dan sektor kreatif lainnya berpotensi memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja di daerah.

Menurut Maringan, pelaku usaha fesyen, alas kaki, hingga parfum memiliki peluang besar untuk mengembangkan bisnis dan menjangkau pasar luar negeri.

Pertumbuhan usaha tersebut diharapkan turut membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat luas.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan di Tangerang Selatan. Masih banyak pelaku usaha fesyen yang perlu didorong untuk meningkatkan skala bisnisnya,” kata Maringan.

Pada kesempatan yang sama, pemilik merek My Faye Indonesia, Asri Septiana, menilai pelatihan tersebut memberikan tambahan wawasan untuk mengembangkan produk batik dan tenun menjadi busana siap pakai.

Asri Septiana juga menilai interaksi dengan sesama pelaku usaha membuka kesempatan untuk bertukar pengalaman dan memperoleh inspirasi dalam mengembangkan bisnis.

Melalui penguatan kapasitas usaha dan kolaborasi, pelaku fesyen daerah diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk sekaligus memanfaatkan peluang pertumbuhan industri fesyen di pasar domestik maupun global.

(wa/an)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button