
BANGKALAN, harianjatim.net – Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur akan menyediakan lahan seluas 3.500 hektare untuk kebutuhan pembangunan industrialisasi di wilayah itu.
Dari total 3.500 hektare lahan yang dibutuhkan, sebanyak 500 hektare lahan kini sudah tersedia, kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bangkalan Rizal Moris di Bangkalan, Minggu.
Penyediaan lahan sebanyak 3.500 hektare itu terkait adanya perusahaan asing yang telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan perusahaan nasional untuk membangun kawasan industri di Kabupaten Bangkalan.
Investasi perusahaan asing asal Tiongkok itu berkaitan dengan Proyek Strategis Nasional (PSN).
Sejumlah wilayah yang berpotensi menjadi lokasi pengembangan kawasan industri di antaranya Kecamatan Socah, Kamal, dan Kecamatan Bangkalan, sehingga penyediaan lahan difokuskan di tiga lokasi ini, katanya.
Fasilitasi penyediaan lahan itu sebagai komitmen Pemkab Bangkalan dalam mendukung investasi dan memajukan perekonomian masyarakat di sekitar lokasi industri.
Pemkab Bangkalan juga telah menyederhanakan proses perizinan dan bekerja sama dengan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dalam hal riset, hilirisasi, serta penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang dibutuhkan oleh perusahaan.
Industri yang akan dibangun di Bangkalan itu merupakan industri padat karya, berupa pabrik tekstil, plastik, hingga pabrik coklat.
Menurut pemaparan pihak investor ke Pemkab Bangkalan, industri ini diproyeksikan bisa menyerap antara 700 hingga 1.000-an orang tenaga kerja, ujar Rizal.
Koordinasi lintas sektor dan upaya mendapatkan dukungan dari semua elemen masyarakat terus dilakukan, terutama dalam ikut menciptakan rasa aman bagi investor.
Pemkab Bangkalan juga menargetkan sekitar 80 persen dari total kebutuhan tenaga kerja di kawasan industri itu harus berasal dari Kabupaten Bangkalan dan masyarakat Madura pada umumnya, serta permintaan itu disepakati oleh pihak investor.
(wa/an)








