BeritaBisnisLifestyle

DPRD Surabaya Puji Antusiasme Masyarakat di Surabaya Extravaganza 2026

SURABAYA, harianjatim.net – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya Arif Fathoni mengapresiasi antusiasme warga di kota setempat yang melihat Surabaya Extravaganza yang digelar Pemkot Surabaya di Jalan Tunjungan pada akhir pekan ini.

“Kehadiran masyarakat untuk menikmati kegiatan dalam rangka hari jadi kota Surabaya baik festival rujak uleg maupun parade mobil hias dalam kegiatan Surabaya Extravaganza harus menjadi energi bagi pemkot untuk terus membuat kegiatan hiburan bagi masyarakat Surabaya,” kata Toni dalam keterangan di Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Minggu, 17 Mei 2026.

Ia mengatakan pascapandemi COVID-19 pada 2020 yang lalu dan juga perintah efisiensi anggaran oleh pemerintah pusat, gelaran di kota Surabaya mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Padahal, ucap dia, jika ada kegiatan musik secara gratis dapat menjadi stimulan pertumbuhan ekonomi.

“Setiap konser musik pasti ada pedagang air mineral yang berjalan berkeliling dan juga pelaku UMKM yang lain pasti akan merasakan manfaatnya, jadi Pemkot Surabaya bisa melaksanakan pepatah sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Tujuannya menyediakan sarana hiburan dapat, membantu UMKM bertahan hidup terpenuhi,” ujarnya.

Ia mengatakan di tengah arus informasi yang begitu cepat di media sosial, sebagian masyarakat mungkin akan merasa jenuh atas situasi yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau orang mampu mungkin dia akan pergi ke kafe untuk mendengarkan live music agar lepas dari kepenatan hidup. Kalau saudara kita yang belum mampu yang tidak bisa datang ke kafe, maka kepenatannya tidak tersalurkan sehingga berpotensi menciptakan disharmonisasi dalam rumah tangga,” ucapnya.

Ia menjelaskan saat ini arus informasi mengenai kondisi ekonomi yang berkembang saat ini begitu cepat, baik yang disampaikan oleh orang yang memiliki kompetensi keilmuan maupun oleh orang yang tidak memiliki kapabilitas untuk menjelaskan tentang situasi ekonomi dengan tujuan untuk mendeligitimasi kewibawaan pemerintah.

“Hal ini tentu menimbulkan kecemasan di tengah masyarakat sehingga rakyat butuh media untuk melepas beban hidup, dulu di warung kopi bisa bercengkerama lepas. Sekarang ada pergeseran sosial di warung kopi sibuk dengan gawainya masing masing sehingga masyarakat sudah mulai merasa sepi dalam keramaian,” tuturnya.

Ia mengharapkan dalam menyongsong Hari Pahlawan pada November, Pemkot Surabaya juga menggelar kegiatan yang bisa disaksikan oleh seluruh lapisan masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

“Ada kegiatan refleksi nilai nilai kepahlawanan melalui teatrikal perobekan bendera di Hotel Yamamoto, napak tilas bangunan bersejarah di kota Surabaya, doa bersama lintas iman dan yang terakhir mudah-mudahan ada gelaran kegiatan musik di balai kota, dengan menghadirkan band asli Surabaya lintas genre musik,” katanya.(wa/an)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button