Berita

Kali Lamong Kapan Tuntas, Lagi-lagi Banjir

Gresik, harianjatim.net – Usai nihil banjir tahun 2024 lalu. Banjir akibat luapan Kali Lamong di wilayah Kecamatan Benjeng dan Balongpanggang Kabupaten Gresik kembali terjadi, Selasa (25/2/2025).

Mengawali tahun 2025 sungai sepanjang 58 kilometer itu kembali memberikan dampak buruk secara perekonomian, lingkungan serta kesehatan.

Data sementara yang tercatat di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik terdapat 11 desa di dua kecamatan tersebut yang tergenang air. Ketinggian air rata-rata 30 centimeter hingga 90 centimeter merendam areal permukiman dan persawahan. Kondisi persawahan yang mayoritas tanaman padi menua itu terancam gagal panen.

Padahal sejak tahun 2021 hingga tahun 2024 penanganan Kali Lamong beserta anak sungainya intens dilakukan Pemkab Gresik melalui DPUTR Gresik. Belum lagi, penanganan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Ratusan miliar sudah pos anggaran dari APBD dan APBN tersedot. Namun persoalan laten Kali Lamong hingga kini belum tuntas. Kali Lamong masih saja meluap.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA), DPUTR Gresik, Ubaidilah mengatakan banjir akibat luberan Kali Lamong disebabkan intensitas hujan tinggi dan kiriman air dari hulu Kali Lamong di wilayah Mojokerto dan Lamongan.

“ Selain intensitas hujan tinggi. Khususnya air kiriman dari hulu dari hulu Kali Lamong di wilayah Mojokerto dan Lamongan cukup cepat. Sehingga debit air di sungai meluap,” ujar Ubaidilah, Selasa (25/2/20225).

Pihaknya juga memastikan banjir bukan diakibatkan adanya tanggul jebol di sepanjang bantaran Kali Lamong.
“ Sementara belum ada laporan dari lapangan terkait tanggul jebol,” tandasnya.

Sejumlah excavator dikerahkan ke lokasi banjir. Yakni di Kecamatan Benjeng, Cerme, serta Menganti.

“ Excavator langsung kita terjunkan ke lokasi banjir. Tapi pengerjaanya nunggu air surut dulu. Selain itu masih banyak tanaman padi warga yang mau panen,” lanjutnya.

Ia juga menyatakan pemerintah serius dalam penanganan Kali Lamong. Seperti yang dicanangkan Bupati Gresik, pengendalian Kali Lamong. Setiap tahunnya penanganan Kali Lamong jadi program prioritas. Kegiatan normalisasi dan pembangunan retarding basin (kolam resapan).

“ Pemerintah serius menangani. Anggaran penanganan Kali Lamong dari tahun ke tahun stabil. Normalisasi akan terus dilakukan, begitu juga penambahan pembangunan retarding basin. Kendalanya ketersediaan lahan. Proses pembebasan lahan,” ungkap Ubaidilah.

Setelah terbangun retarding basin di Desa Tambakberas, Cerme tahun 2024 lalu. Tahun 2025 proses pembebasan lahan untuk menambah retarding basin akan dilakukan.

“ Setelah proses pembebasan lahan retarding basin tuntas. Baru kita akan melakukan kegiatan fisik yakni di tahun 2026. Tapi normalisasi Kali Lamong beserta anak sungainya tahun ini akan tetap jalan. Mudah-mudahan lancar,” tegas Ubaidilah.

Tahun 2021 hingga tahun 2024 pihaknya sudah melakukan kegiatan normalisasi Kali Lamong sepanjang 44 kilometer dari total panjang 58 kilometer. Sementara anak Kali Lamong mencapai panjang 100 kilometer.

“ Tahun ini akan menormalisasi Kali Lamong sepanjang 10 kilometer. Mudah-mudahan banjir cepat surut,” pungkas Ubaidilah. (dik)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button