BeritaDaerah

Musrenbang RKPD 2027, Pemkab Mojokerto Fokus Pemerataan Infrastruktur

Mojokerto, harianjatim.net – Pemkab Mojokerto menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 pada Senin (30/3) di Pendopo Graha Maja Tama (GMT) Pemkab Mojokerto. Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam menyusun arah kebijakan pembangunan daerah yang partisipatif, adaptif, serta selaras dengan kebijakan pembangunan nasional dan provinsi.

Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa, menegaskan bahwa Musrenbang merupakan bagian dari proses perencanaan pembangunan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.

“Melalui Musrenbang ini kami harapkan akan terbentuk pengembangan partisipasi masyarakat pada setiap proses dan pelaksanaan pembangunan,”  ungkapnya.

Bupati yang akrab disapa Gus Barra ini juga menyampaikan bahwa tema pembangunan Kabupaten Mojokerto Tahun 2027 adalah ‘Hilirisasi SDA dan Penyediaan Infrastruktur Menuju Transformasi Ekonomi Hijau dan Pusat Pemerintahan Baru yang Berkelanjutan.’ Tema tersebut diarahkan untuk mendorong peningkatan nilai tambah ekonomi melalui pengolahan sumber daya alam sekaligus memperkuat konektivitas wilayah melalui pembangunan infrastruktur yang merata dan berkelanjutan.

Adapun prioritas pembangunan tahun 2027 meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ketahanan ekonomi daerah, pemerataan dan perluasan pembangunan infrastruktur, serta transformasi tata kelola pemerintahan berbasis digital guna meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Prioritas pembangunan tahun 2027 mencakup peningkatan daya saing SDM, penguatan ketahanan ekonomi, pemerataan infrastruktur, serta transformasi tata kelola pemerintahan berbasis digital,”  tegasnya.

Selain fokus pada pembangunan daerah, Bupati juga menyoroti dinamika global yang berpotensi mempengaruhi perekonomian daerah. Ketegangan geopolitik internasional, khususnya konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, dinilai dapat memicu ketidakpastian ekonomi global.

“Kondisi ini berpotensi meningkatkan biaya produksi industri, menekan UMKM, serta mempengaruhi daya beli masyarakat,” jelasnya. (Nin) 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button