Pemkot Mojokerto Bagikan 5.641 Perlengkapan Sekolah Gratis

Bentuk kepedulian terhadap generasi muda, Wali Kota Ning Ita, Kepala Dikbud Ruby Hartoyo usai membagikan bantuan perlengkapan sekolah gratis.
Mojokerto, harianjatim.net — Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menyerahkan 5.641 paket bantuan perlengkapan sekolah kepada ribuan siswa baru dari jenjang TK, SD sederajat, dan SMP sederajat di Kota Mojokerto, Jumat (18/7/2025). Penyerahan bantuan bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) itu dilakukan di balai kota setempat.
Tahun ini, Wali Kota juga menganggarkan dana BOSDA untuk jenjang TK, SD, SMP sebesar Rp.28.071.397.860.
Pembagian bantuan ini merupakan komitmen Pemerintah Kota Mojokerto dalam mendukung pendidikan yang inklusif dan berkualitas.
“Ini adalah bagian dari komitmen kita bersama untuk menghantarkan anak-anak Mojokerto menjadi generasi yang cerdas dan berdaya saing. Kami ingin memastikan bahwa tidak ada anak yang tertinggal hanya karena keterbatasan ekonomi,” tutur Ning Ita.
Tak hanya berhenti di jenjang yang menjadi kewenangan pemerintah kota, Pemkot Mojokerto juga menunjukkan kepeduliannya kepada siswa SMA sederajat, meskipun kewenangannya berada di tangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ning Ita menjelaskan bahwa pihaknya tetap memberikan dukungan melalui skema beasiswa.
“Untuk anak-anak yang ada di jenjang pendidikan SMA dan yang sederajat, khususnya yang berasal dari keluarga tidak mampu, bisa mengajukan bantuan ke Dinas Sosial. Kami akan terus bersinergi dengan Baznas Kota Mojokerto dan Forum CSR Kota Mojokerto agar bantuan pendidikan bisa tetap diberikan,” jelasnya.
Ning Ita berharap berbagai upaya yang dilakukan ini akan berdampak pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Mojokerto secara bertahap setiap tahun.
“Karena dengan peningkatan setiap tahunnya, hal ini menunjukkan bahwa kinerja kita juga meningkat,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Dikbud Kota Mojokerto, Ruby Hartoyo mengatakan program bantuan perlengkapan sekolah gratis yang diberikan setiap tahun ajaran baru ini. Ini adalah bentuk kepedulian pemkot setempat dalam membangun masa depan generasi muda yang lebih baik melalui pendidikan.
“Bantuan kita serahkan bersamaan,” katanya.
Paket bantuan tersebut terdiri dari tiga stel kain seragam (nasional, pramuka, dan khas kota), sepasang sepatu, dan sebuah tas. Semuanya diberikan secara gratis kepada siswa baru kelas I SD dan VII SMP, baik di sekolah negeri maupun swasta.
Untuk pengadaan sepatu, pemerintah kota mengalokasikan anggaran sekitar Rp 600 juta dari APBD 2025. Dana itu digunakan untuk menyediakan sekitar 5 ribu pasang sepatu, menyesuaikan daya tampung SPMB tahun ini yang mencapai 5.190 siswa.
“Paket bantuan dibagikan ke semua siswa baru,” tegas Ruby. (Yu)








