
MADIUN – harianjatim.net – Kementerian Kehutanan menyalurkan bantuan alat ekonomi produktif kepada kelompok tani hutan yang tergabung dalam Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di wilayah Jatim dalam kegiatan Jambore Perhutanan Sosial Jatim 2026 yang digelar di Kabupaten Madiun.
Direktur Jenderal (Dirjen) Perhutanan Sosial Kemenhut Catur Endah Prasetiani mengatakan alat ekonomi produktif yang disalurkan di antaranya adalah paket peralatan pembuatan sari nanas, paket alat pembuatan selai nanas, alat pengolahan biji kopi pascapanen, alat pipil jagung, paket peralatan penunjang ekowisata pendakian dan camping, serta paket peralatan pengembangan jasa lingkungan wisata alam.
“KUPS yang mendapatkan bantuan ini merupakan kelompok tani hutan yang telah memiliki produk jadi dari usaha mereka. Sehingga bantuan alat tersebut bisa membantu meningkatkan nilai jual produk usaha yang ada,” ujar Catur Endah dalam kegiatan Jambore Perhutanan Sosial Jatim 2026 di Alun-Alun Reksogati, Caruban, Kabupaten Madiun, Jatim, Sabtu malam.
Menurut Catur Endah, bantuan tersebut merupakan stimulan untuk merangsang KUPS agar terus berkembang dan menjual produk setengah jadi mereka ke produk jadi. Dengan demikian, muaranya adalah peningkatan kesejahteraan anggota kelompok tani hutan.
Adapun kelompok tani hutan yang menerima bantuan tersebut di antaranya adalah KUPS Agroforestri Kelompok Tani Hutan (KTH) Lancar Jaya Kabupaten Kediri, KTS Lingkungan Hidup Sejahtera Kabupaten Kediri, Kelompok Perhutanan Sosial (KPS) Banaran Nggayuh Lestari Ponorogo, KTH Sumber Agung Kabupaten Mojokerto, KTH Japa Mantra Trenggalek, KPS Wono Bangkit Trenggalek, dan KTH Terto Gunund Bojonegoro.
Sementara Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat membuka acara tersebut menyatakan Jambore Perhutanan Sosial Jatim 2026 di Kabupaten Madiun mengusung tema “Hutan Lestari, Masyarakat Sejahtera”.
Ajang tersebut menjadi wadah konsolidasi para pelaku perhutanan sosial, Kelompok Tani Hutan (KTH), perguruan tinggi, dunia usaha, dan pemerintah daerah dalam memperkuat pengelolaan hutan yang berkelanjutan.
Kegiatan tersebut diikuti puluhan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) dari berbagai daerah di Jawa Timur yang berlangsung tiga hari ke depan.(wa/an)








