fave hotel Sidoarjo Hadirkan Sensasi Street Food Jepang Lewat Program “60 Seconds to Tokyo

SIDOARJO,Harianjatim.net– fave hotel Sidoarjo resmi meluncurkan rangkaian menu terbaru bertajuk 60 Seconds to Tokyo yang merupakan bagian dari program Archipelago Global Flavours Series. Peluncuran berlangsung di Lime Restaurant pada Sabtu (25/7/2026) dengan menghadirkan konsep interaktif yang memberikan pengalaman berbeda bagi para tamu saat menikmati sarapan.
Dalam peluncuran tersebut, tamu disambut oleh dua karakter ikonik, Ren dan Reina, yang menjadi representasi kampanye kuliner Jepang dari Archipelago Hotels. Suasana semakin meriah dengan kehadiran tiga cosplayer asal Sidoarjo, yakni Yui, Cyra, dan Naru, yang berinteraksi langsung dengan para tamu melalui sesi foto bersama sekaligus memperkenalkan berbagai hidangan khas Jepang yang dihadirkan dalam program tersebut.
Melalui konsep yang memadukan kuliner dan hiburan, para tamu diajak merasakan suasana street food Tokyo tanpa harus meninggalkan Kota Sidoarjo. Pengalaman bersantap pun dibuat lebih hidup dengan sentuhan budaya pop Jepang yang menarik perhatian pengunjung dari berbagai kalangan.
Sebanyak 16 menu diperkenalkan dalam program ini, mulai dari main course, street snack, dessert, hingga beverage yang terinspirasi dari kuliner populer di Tokyo. Seluruh menu tersedia di Lime Restaurant fave hotel Sidoarjo hingga Desember 2026 dan dapat dinikmati oleh tamu hotel maupun masyarakat umum.
Restaurant & Banquet Manager fave hotel Sidoarjo, Teo Bagus Kurnia, mengatakan peluncuran 60 Seconds to Tokyo sengaja dikemas secara interaktif agar menghadirkan pengalaman yang lebih berkesan bagi para tamu.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman yang lebih dari sekadar menikmati makanan. Kehadiran Ren dan Reina, dipadukan dengan penampilan para cosplayer lokal, menjadi cara kami membawa suasana street food Jepang ke dalam restoran sehingga tamu dapat merasakan pengalaman yang lebih hidup, menyenangkan, dan berkesan. Kami berharap setiap menu yang kami sajikan tidak hanya dinikmati dari cita rasanya, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman menginap di fave hotel Sidoarjo,” ujar Teo.
Ia menjelaskan, seluruh menu dikembangkan dengan tetap mempertahankan cita rasa khas street food Jepang, namun telah disesuaikan dengan preferensi lidah masyarakat Indonesia sehingga dapat dinikmati oleh berbagai kalangan.
Selain memperkenalkan menu baru, kegiatan ini juga menjadi bentuk kolaborasi antara fave hotel Sidoarjo dengan komunitas kreatif lokal. Kehadiran para cosplayer mendapat sambutan hangat, terutama dari keluarga dan anak-anak yang antusias berfoto bersama karakter favorit mereka.
Salah satu cosplayer, Yui, mengaku senang dapat terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, konsep yang memadukan kuliner, budaya pop Jepang, dan interaksi langsung dengan pengunjung memberikan pengalaman yang unik.
“Menurut saya konsep seperti ini sangat menarik karena menggabungkan kuliner, budaya pop Jepang, dan interaksi langsung dengan para tamu. Respons yang kami terima juga sangat positif. Banyak tamu yang mengajak berbincang, berfoto bersama, bahkan penasaran dengan menu-menu yang diperkenalkan. Semoga kolaborasi seperti ini semakin sering diadakan karena memberikan pengalaman yang berbeda, baik bagi pengunjung maupun komunitas kreatif lokal,” katanya.
Melalui kampanye 60 Seconds to Tokyo, fave hotel Sidoarjo tidak hanya menghadirkan pilihan menu khas Jepang, tetapi juga memperkuat konsep
dining experience yang memadukan cita rasa autentik, hiburan, dan kolaborasi dengan komunitas lokal. Selama program berlangsung hingga Desember 2026, pengunjung juga dapat menikmati berbagai aktivitas tematik yang akan digelar secara berkala di Lime Restaurant.








