
Jakarta,harianjatim.net – Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyebut Piala Presiden 2026, yang saat ini masih dipersiapkan, berpeluang menggunakan format baru yang berbeda dari edisi-edisi sebelumnya pada hari Senin, 13 April 2026.
“Tadi Pak Ara (Maruarar Sirait, Ketua Steering Committee Piala Presiden 2025) punya komitmen, dan untuk Piala Presiden yang kedelapan ini sedang kita godok lagi,” kata Erick kepada wartawan setelah penutupan Piala Presiden 2025 di Jakarta.
“Tapi intinya kita juga mau semua gubernur, bupati harus berkontribusi ya, supaya sepak bola ini bisa terus bergelora. Mudah-mudahan dengan format ini juga nanti kita diskusikan lagi gitu,” tambah Erick.
Tujuh edisi Piala Presiden sebelumnya diikuti oleh enam sampai 20 klub yang terdiri dari klub-klub Liga 1, Liga 2, dan terbaru pada tahun lalu diikuti klub luar negeri.
Format turnamen ini biasanya dimulai dari babak grup, lalu juara dan runner-up grup lolos ke babak gugur mulai perempat final sampai final.
Piala Presiden 2025 menjadi edisi dengan peserta paling sedikit yaitu enam tim yang dimainkan pada 6-13 Juli tahun lalu dan dijuarai klub Thailand, Port FC, setelah mengalahkan Oxford United di final.
Erick juga menyinggung kemungkinan Piala Presiden 2026 tidak digelar bulan Juli seperti tahun lalu karena tahun ini ada agenda Piala Dunia 2026.
“Belum tahu karena memang kompleksitas tahun ini kan ada kejuaraan Piala Dunia,” ungkap Erick.
Erick mengungkapkan keikutsertaan dua klub luar negeri, Oxford dan Port, pada tahun lalu meninggalkan kesan yang positif bagi turnamen tersebut.
“Mereka juga ada keinginan untuk kembali. Tapi kembali kita lagi lihat formulanya dulu, formatnya. Karena memang pembangunan tim nasional sudah terjadi, Liga 1, Liga 2 juga klub-klub besar sudah terjadi,” kata Erick.
“Nah, memang ada pemikiran bagaimana kontribusi untuk klub-klub yang ada di kabupaten, kota, dan tingkat tentu provinsi. Ini yang perlu kita libatkan lagi. Tapi belum tuntas, nanti kasih waktu hari Kamis ya,” lanjut Erick.
Sementara itu, Maruarar Sirait mengapresiasi konsistensi PSSI dalam menggelar Piala Presiden dan menegaskan bahwa kesuksesan turnamen merupakan hasil kerja kolektif berbagai elemen dalam ekosistem sepak bola nasional.
“Ingat, dalam sepak bola tidak ada superman, yang ada super tim. Yaitu klub, manajer, pemain, media, sponsor, regulator, pemerintah daerah, TNI, dan Polri yang membantu keamanan. Dan semua itu menjadi satu kesatuan ekosistem yang terkontrol,” kata Ara.(wa/ar)








