BeritaDaerah

Erupsi Beruntun Gunung Semeru, BPBD Lumajang Perketat Pemantauan dan Tingkatkan Kesiapsiagaan

LUMAJANG, harianjatim.net — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang memperketat pemantauan Gunung Semeru saat terjadi erupsi disertai awan panas guguran (APG) secara beruntun sebanyak empat kali pada Kamis.

“Kami meningkatkan kesiapsiagaan, sehingga pemantauan intensif dilakukan melalui sejumlah pos pantau untuk mengikuti perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Semeru sekaligus mengantisipasi potensi dampaknya terhadap masyarakat,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudhi Cahyono.

Menurut Yudhi Cahyono, pemantauan dilakukan melalui kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sejumlah titik strategis, khususnya kawasan Curah Kobokan dan Oro-Oro Ombo.

“Tim Reaksi Cepat (TRC) siaga penuh dibantu dengan TNI, apabila sewaktu-waktu ada APG susulan dan petugas melakukan pemantauan melalui CCTV dari pos-pos pantau Curah Kobokan dan Oro-Oro Ombo,” tuturnya.

Yudhi Cahyono mengatakan beberapa kali erupsi Gunung Semeru disertai awan panas guguran dan luncuran awan panas terpantau mengarah ke tenggara, tepatnya kawasan Besuk Kobokan, sedangkan sebaran abu vulkanik bergerak ke beberapa arah, meliputi tenggara, barat daya, hingga selatan.

“Hingga laporan diterima, belum ada dampak kerusakan yang dilaporkan akibat rangkaian erupsi tersebut. Meski demikian, BPBD tetap memperketat pemantauan untuk mengetahui perkembangan kondisi di lapangan dan mendukung langkah antisipasi apabila terjadi perubahan situasi,” katanya.

BPBD mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di kawasan rawan bencana, agar tidak mengabaikan potensi bahaya aktivitas Gunung Semeru dan warga diminta mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang serta mematuhi rekomendasi keselamatan yang berlaku.

Pemantauan berkelanjutan menjadi bagian penting dalam kesiapsiagaan menghadapi aktivitas Semeru.

Di tengah erupsi dan luncuran awan panas guguran, kewaspadaan petugas dan kepatuhan masyarakat terhadap informasi kebencanaan diperlukan untuk mengurangi risiko serta menjaga keselamatan bersama.

Sementara berdasarkan catatan petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, erupsi gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat sebanyak empat kali yang disertai APG yakni pukul 06.33 WIB dengan jarak APG sejauh 3 kilometer; kemudian pukul 08.43 WIB tercatat erupsi disertai APG dengan jarak luncur 3,5 km; kemudian pukul 09.24 WIB terjadi erupsi dengan letusan disertai APG sejauh 4,5 km, dan pukul 14.56 WIB juga terjadi erupsi disertai APG sejauh 3,5 km.

( wa/an)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button