
Malang Raya, harianjatim.net-Tim gabungan terdiri atas berbagai unsur melakukan upaya penanganan kebakaran di kawasan Sabana Pengol di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, Kamis, (3/9/2026).
“Terkait kejadian kebakaran di kawasan Bromo, benar terjadi di kawasan Sabana Pengol. Penanganan saat ini melibatkan unsur petugas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Manggala Agni, dan Masyarakat Peduli Api (MPA),” kata Pranata Humas Balai Besar TNBTS Endrip Wahyutama di Kota Malang, Jawa Timur.
Berdasarkan informasi, kebakaran di Sabana Pengol terjadi pada sore tadi.
Namun, pihak Balai Besar TNBTS belum memberikan detail mengenai pukul berapa kejadian tersebut berawal.
Pihak Balai Besar TNBTS juga belum mengetahui titik awal kemunculan api dan penyebab kebakaran di kawasan Gunung Bromo itu, sebab seluruh unsur yang terlibat masih fokus melakukan upaya pemadaman dan pemantauan lapangan.
“Kami masih melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mendukung penanganan di lapangan,” ucap Endrip Wahyutama.
Proses koordinasi yang dilakukan juga untuk menentukan langkah perihal keberlangsungan kegiatan wisata di kawasan Gunung Bromo.
“Untuk sementara belum ada informasi terkait perubahan status akses yang dapat kami sampaikan, mengingat kondisi di lapangan masih dinamis dan untuk perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan melalui informasi resmi,” kata Endrip Wahyutama.
Kebakaran di kawasan Gunung Bromo yang masuk ke dalam area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru merupakan kali kedua terjadi dalam kurun waktu satu bulan, sejak kejadian pertama pada Senin (3/8).
Titik api kebakaran pada Agustus 2026 mulanya muncul di wilayah Blok Bantengan di Kabupaten Lumajang dan kemudian menjalar hingga masuk area Watu Gede di Kabupaten Probolinggo.
Selain dua area itu, titik api turut ditemukan muncul di area Gunung Bromo sisi Kabupaten Pasuruan.
Akibat kejadian tersebut Balai Besar TNBTS mengambil langkah menutup total seluruh kegiatan wisata di Bromo. (wa/an)








