
Jakarta,harianjatim.net- Presiden Prabowo Subianto berencana menempatkan utusan khusus guna memperkuat pengawasan terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) demi memastikan kekayaan negara dikelola dengan amanah. Langkah ini diambil karena Presiden meyakini bahwa pengawasan ketat terhadap perusahaan pelat merah sangat krusial untuk mencegah terjadinya kebocoran kekayaan negara yang dapat menyengsarakan rakyat. Dalam arahannya pada acara HUT Ke-1 Badan Pengelola Investasi Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (11/3), Presiden menegaskan komitmennya tersebut di hadapan jajaran pejabat negara.
“Saya telah menunjuk utusan-utusan khusus presiden, dan mungkin akan saya tunjuk nanti utusan-utusan khusus untuk di tiap BUMN yang kita kelola. Kita harus mengawasi karena ini adalah darah bangsa Indonesia. Kalau darah ini bocor terus, bangsa kita dalam keadaan susah,” ujar Presiden Prabowo. Beliau juga menekankan bahwa banyak negara kaya justru mengalami kerugian besar akibat sistem pengawasan yang lemah dan tata kelola yang tidak profesional.
Selain rencana penunjukan utusan khusus, Presiden memberikan pesan mendalam kepada jajaran petinggi dan pengawas Danantara untuk menjaga lembaga tersebut sebagai sovereign wealth fund kebanggaan Indonesia. Beliau mengingatkan bahwa harapan seluruh rakyat berada di pundak mereka untuk menjaga kekayaan generasi mendatang. “Saya titip kewaspadaan, eling dan waspada. Jaga diri masing-masing. Ingat, harapan seluruh bangsa, seluruh rakyat di pundak saudara-saudara. Saudara menjaga, saudara mengelola kekayaan anak dan cucu dan cicit kita,” tegasnya.
Presiden Prabowo pun memastikan bahwa Danantara akan menjadi lembaga dengan sistem pengawasan berlapis yang melibatkan berbagai instansi tinggi negara. Beliau memaparkan bahwa selain Dewan Pengawas yang diisi oleh para Menteri Koordinator, lembaga audit dan penegak hukum juga akan dilibatkan secara aktif. “Jaga selalu, banyak sovereign wealth fund yang rugi. Banyak sovereign wealth fund di negara yang paling kaya pun rugi akibat tidak baik manajemennya. Kita upayakan semua pengawasan. Saya kira, Danantara ini adalah lembaga yang paling diawasi di Indonesia. Ada Dewan Pengawas, saya kira Dewan Pengawas kita juga cukup kuat, hampir semua menko ada di situ ya kan. Saya juga minta BPK masuk, keluar, BPKP masuk, keluar, Kejaksaan, polisi, Panglima TNI, semua ikut mengawasi,” jelas Presiden.
Menutup arahannya, Presiden Prabowo kembali mengingatkan para pimpinan BUMN dan petinggi Danantara bahwa integritas adalah pondasi utama dalam menjalankan tugas negara. Beliau percaya bahwa sistem yang kuat harus diimbangi dengan moralitas yang baik dari para pengelolanya. “Saya yakin dan percaya kunci dari manajemen yang baik adalah di hati, di jiwa,” pungkasnya.( wn/ar)








