Berita

224 Anak Yatim Ikut Kegiatan Berbagi SD Mumtaz, Hafiz Bercita-cita Jadi Polisi

SIDOARJO, Harianjatim.net – Di tengah keterbatasan dan kondisi dirinya yang berbeda dengan anak-anak seusianya, Hafiz menyimpan cita-cita mulia. Anak yatim yang mengikuti kegiatan berbagi SD Mumtaz ini bercita-cita menjadi seorang polisi.

Bagi Hafiz, menjadi polisi bukan sekadar pilihan profesi. Ia ingin menjadi sosok yang dapat membantu, melindungi, dan mengayomi masyarakat. Cita-cita tersebut menjadi penyemangat bagi Hafiz untuk terus belajar dan mengejar masa depan yang diimpikannya.

Keceriaan terpancar dari wajah Hafiz saat mengikuti kegiatan yang dihadiri ratusan anak yatim tersebut. Ia mengaku senang dan terhibur dengan aksi badut yang tidak hanya menampilkan berbagai atraksi, tetapi juga mengajarinya sejumlah trik sulap.

Momen tersebut menjadi pengalaman berkesan bagi Hafiz. Di tengah suasana penuh keceriaan, ia mendapatkan hiburan sekaligus motivasi untuk terus berani bermimpi dan mengejar cita-citanya menjadi seorang polisi yang kelak dapat mengayomi masyarakat.

Hafiz merupakan satu dari 224 anak yatim yang hadir dalam kegiatan berbagi yang digelar SD Mumtaz. Mereka berasal dari 22 panti asuhan yang tersebar di wilayah Surabaya dan Sidoarjo.

Suasana haru dan bahagia mewarnai kegiatan tersebut. Anak-anak yatim tidak hanya mendapatkan santunan, tetapi juga diajak bergembira melalui berbagai hiburan. Aksi sulap serta tingkah lucu badut berhasil memecah tawa dan membuat suasana semakin meriah.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan motivasi dan tausiah dari ustaz. Anak-anak diajak untuk terus semangat belajar dan berdoa, sekaligus mendoakan orang tua mereka yang telah meninggal dunia.

Heni Dwi Utami, Humas SD Mumtaz, mengatakan kegiatan berbagi tersebut merupakan bentuk rasa syukur sekolah karena pagu penerimaan siswa baru tahun ajaran 2026/2027 telah terpenuhi sebanyak 224 siswa.

“Ini merupakan bentuk rasa syukur SD Mumtaz karena pagu kita di tahun 2026-2027 sudah terpenuhi sebanyak 224 siswa. Harapannya, kegiatan ini selain menjadi ungkapan rasa syukur juga menjadi doa dari anak-anak yatim maupun pihak panti yang hadir,” ujarnya.

Menurut Heni, sebanyak 22 panti asuhan diundang dalam kegiatan tersebut. Pihak sekolah berharap doa dari anak-anak yatim dapat menjadi keberkahan bagi SD Mumtaz agar ke depan semakin bermanfaat, berkembang, dan memberikan kontribusi lebih besar bagi masyarakat.

“Semoga SD Mumtaz ke depannya bisa terus bermanfaat, lebih jaya, dan lebih besar lagi dari yang sekarang,” katanya.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut secara khusus menyasar anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian dan ajakan untuk berbagi kasih. Donasi yang terkumpul berasal dari warga sekolah, baik wali murid maupun para guru.

“Karena memang sasarannya anak yatim. Kami menggali donasi dari warga sekolah, bukan hanya dari wali murid, tetapi juga dari guru-guru. Ini bentuk kepedulian, berbagi kasih, menebar senyum, dan mengajak anak-anak yatim untuk bergembira,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak juga mendapatkan motivasi dan hadiah sebagai bentuk apresiasi. Total donasi yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp11.675.314 dari 31 orang donatur.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penuh makna bagi 224 anak yatim. Lebih dari sekadar santunan, mereka mendapatkan keceriaan, perhatian, dan motivasi untuk terus bermimpi. Seperti Hafiz, yang menyimpan harapan sederhana namun mulia: menjadi polisi yang mampu membantu dan mengayomi masyarakat.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button