
Surabaya, harianjatim.net – Pemerintah Kota Surabaya membuka peluang kerja bagi warga usia produktif yang masuk dalam desil 1-3 yang belum memiliki penghasilan tetap.
Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro dalam keterangannya di Surabaya, Jumat (11/9/2026), mengatakan pihaknya telah menyiapkan peluang ini khusus untuk warga Kota Surabaya.
“Jadi 2.463 orang usia produktif masuk dalam desil 1-3 yang nantinya akan kita sandingkan dengan peluang kerja di Kota Surabaya. Ada sekitar 39 perusahaan yang nantinya dari 2.463 orang ini kita arahkan untuk melamar di 39 perusahaan tersebut,” kata Hebi.
Agus Hebi Djuniantoro menerangkan, Pemkot tidak hanya memfasilitasi proses lamaran, tetapi juga memberikan pendampingan pembuatan berkas yang sesuai standar serta bimbingan saat menghadapi tes wawancara.
Nantinya, Agus Hebi Djuniantoro menuturkan, para pencari kerja juga akan dibekali panduan untuk menunjukkan potensi kemampuannya ketika dipanggil oleh perusahaan.
“Kita ajari bagaimana caranya agar sesuai standar. Kemudian yang kedua, ketika saat ada wawancara nanti kita akan ajari juga bagaimana cara wawancaranya,” ujarnya.
Menurut Agus Hebi Djuniantoro, pemkot juga akan membuatkan akun personal melalui aplikasi ASSiK (Arek Suroboyo Siap Kerjo) bagi pencari kerja yang terdaftar dalam Desil 1-3.
Sehingga, melalui aplikasi tersebut pencari kerja akan menerima pemberitahuan panggilan pekerjaan dari perusahaan yang dilamar.
“Nanti mereka bisa melihat lewat Hp, bahwa ada panggilan atau tidak, nanti ada notifikasi (pemberitahuan) di sana. Untuk memudahkan pencari kerja, sehingga nantinya pada saat wawancara, tes, dan sebagainya tidak terlewatkan,” ucapnya.
Agus Hebi Djuniantoro menyampaikan, pihaknya juga terus melakukan monitoring pencari kerja yang terdaftar dengan dibantu kecamatan dan kelurahan untuk memastikan pencari kerja telah sesuai dengan kualifikasi dan tidak menumpuk di satu perusahaan.
“Nama-nama tersebut nanti dimonitor sebagai bahan evaluasi untuk kemudian dilaporkan kepada Wali Kota. Karena Pak Wali Kota (Eri Cahyadi) sangat mendukung program ini,” ujarnya.
( wa/an)








