Jembatan Sukomulyo di Tepi Hutan Direhabilitasi, Pemkab Mojokerto Anggarkan Rp 1,1 Miliar

Mojokerto, harianjatim.net – Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Mojokerto terus menyasar wilayah pelosok. Salah satunya rehabilitasi Jembatan Sukomulyo yang menjadi penghubung Desa Mojorejo dan Desa Tanjungan, Kecamatan Kemlagi.
Kawasan tersebut berbatasan dengan hutan dan keberadaan jembatan tersebut memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Mojokerto, jembatan lama kini direhabilitasi dan dibangun dengan ukuran lebih memadai, yakni lebar 5,50 meter dan panjang 6 meter.
Pekerjaan rehabilitasi Jembatan Sukomulyo tersebut dibiayai melalui APBD Kabupaten Mojokerto Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp1.115.649.000. Pelaksanaan pekerjaan ditangani CV Danozan Putra dengan masa pengerjaan 150 hari kalender, mulai 4 Juni hingga 31 Oktober 2026.
Kepala DPUPR Kabupaten Mojokerto Yuni Laili Faizah melalui Kabid Bina Marga, Henry Surya, mengatakan rehabilitasi jembatan dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus memperlancar konektivitas antardesa.
“Jembatan memiliki fungsi strategis karena menjadi salah satu akses masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Dengan rehabilitasi ini, kami berharap akses masyarakat menjadi lebih aman dan nyaman, sekaligus mendukung kelancaran mobilitas barang maupun hasil usaha masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak hanya diprioritaskan di kawasan perkotaan, tetapi juga diarahkan hingga wilayah pelosok. Kondisi geografis maupun lokasi yang berada di sekitar kawasan hutan tidak menjadi penghalang bagi pemerintah daerah untuk menghadirkan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.
Sementara itu, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra menegaskan pembangunan infrastruktur merupakan salah satu bagian penting dalam mendorong pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Pemkab Mojokerto berkomitmen menghadirkan pembangunan yang manfaatnya bisa dirasakan seluruh masyarakat, termasuk yang berada di wilayah pelosok. Infrastruktur jalan dan jembatan menjadi bagian penting untuk membuka akses, memperlancar aktivitas warga, serta menggerakkan perekonomian masyarakat,” kata Gus Barra, sapaan akrabnya. (Ud)








