
SURABAYA, harianjatim.net – Pemerintah Provinsi Jawa Timur sukses meraih penghargaan National Governance Awards (NGA) 2026 untuk kategori Outstanding Province in Supporting Koperasi Desa Merah Putih (KDPM) atas keberhasilan mendorong penguatan koperasi desa yang terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan.
“Kami bekerja bukan bertujuan memperoleh penghargaan tetapi bahagia dan bersyukur bahwa kinerja yang dilakukan di Provinsi Jatim telah di-capture dan mendapatkan apresiasi,” ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam keterangan diterima di Surabaya, Sabtu, 25 April 2026.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri RI) Tito Karnavian kepada Khofifah di The Ritz-Carlton Jakarta pada Jumat, 24 April 2026.
Capaian ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen Pemprov Jatim dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis desa melalui Program KDKMP yang dinilai berhasil menguatkan kelembagaan, sumber daya manusia, serta ekosistem ekonomi desa.
Khofifah menjelaskan bahwa pengembangan KDKMP telah diintegrasikan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Timur 2025–2029, khususnya pada penguatan koperasi sektor riil.
Pada tahun 2025, Pemprov Jatim mengalokasikan anggaran untuk penerbitan akta badan hukum bagi 1.660 KDKMP sebagai langkah nyata legalitas lembaga.
Sebanyak 16.167 pengurus dan pendamping koperasi juga telah mendapat pelatihan melalui dukungan dana dekonsentrasi Kementerian Koperasi untuk meningkatkan kapasitas manajerial.
Upaya ini merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah pusat, provinsi, serta kabupaten dan kota dalam melakukan optimalisasi Rapat Anggota Tahunan guna meningkatkan tata kelola.
Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur, saat ini telah terbentuk 1.292 gerai usaha KDKMP yang bergerak di berbagai sektor strategis.
“Alhamdulillah data gerai berdasarkan Sistem Informasi Manajemen (Simkopdes) KDKMP terdapat gerai sembako sebanyak 711, gerai klinik desa sebanyak 42, gerai apotek desa sebanyak 52, gerai logistik sebanyak 76, gerai usaha simpan pinjam sebanyak 154 gerai dan 257 gerai usaha lainnya,” kata Khofifah, Sabtu, 25 April 2026.
KDKMP kini telah terbentuk di 8.494 titik atau mencakup 100 persen desa dan kelurahan di Jawa Timur untuk mempermudah akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok.
Khofifah menegaskan bahwa kehadiran KDKMP bukan sebagai kompetitor bagi usaha desa yang sudah ada, melainkan untuk memperluas akses layanan agar harga lebih terjangkau.
“Jangan saling mematikan. Justru KDKMP harus saling menguatkan,” katanya.
Ke depan, Pemprov Jatim berkomitmen terus memperkuat akses permodalan bagi pelaku usaha mikro serta mendorong hilirisasi sektor unggulan seperti pertanian dan peternakan.
Mendagri Tito Karnavian menyatakan bahwa penghargaan ini diharapkan dapat membangkitkan semangat kepala daerah untuk terus berinovasi dalam pembangunan nasional.
“Penghargaan ini diharapkan dapat membangkitkan semangat kepala daerah untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi terbaik dalam pembangunan nasional,” ujarnya.
Selain Jawa Timur, penghargaan serupa juga diberikan kepada Kota Surabaya, Kota Malang, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Situbondo dalam berbagai kategori kinerja pemerintahan.(wa/ar)








