
Sidoarjo, harianjatim.net – Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo Moh. Bahrul Amiq mengatakan kebutuhan energi ramah lingkungan semakin penting seiring dengan pertumbuhan aktivitas ekonomi dan jumlah penduduk di daerah itu.
“Sidoarjo dikenal sebagai daerah UMKM yang tumbuh dan berkembang sedemikian rupa. Oleh karenanya, kehadiran energi ramah lingkungan menjadi sebuah kebutuhan untuk menunjang pertumbuhan UMKM,” kata Amiq dalam keterangan di Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa.
Menurut Moh. Bahrul Amiq, pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan juga menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas lingkungan hidup di Sidoarjo yang memiliki 18 kecamatan dan 353 desa/kelurahan.
Moh. Bahrul Amiq menyoroti emisi kendaraan bermotor sebagai salah satu sumber pencemaran udara serta masih adanya aktivitas ekonomi yang menggunakan bahan bakar kurang ramah lingkungan termasuk pemanfaatan limbah plastik sebagai bahan bakar.
Oleh sebab itu Pemkab Sidoarjo, kata Moh. Bahrul Amiq, siap berkolaborasi dengan PGN untuk memperluas penggunaan gas bumi sebagai salah satu pilihan energi bagi masyarakat dan pelaku usaha.
“Kita cintai negeri kita, kita cintai generasi kita dengan berkontribusi untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup dengan penyediaan energi gas bumi yang ramah lingkungan,” ujarnya.
Sementara itu, Area Head PGN Wilayah Sidoarjo Heri Frastiono mengatakan Sidoarjo memiliki potensi pemanfaatan gas bumi yang cukup besar seiring pertumbuhan sektor manufaktur, UMKM dan pemukiman.
“Gas bumi dapat hadir sebagai energi yang aman, efisien dan ramah lingkungan,” katanya.
Heri Frastiono mengatakan PGN memiliki Program City Gas Tour 2026 yang tidak hanya memperkenalkan pemanfaatan gas bumi tetapi juga mengedukasi masyarakat mengenai penggunaan energi tersebut secara aman.
Program itu, kata Heri Frastiono, salah satunya digelar pada Minggu (6/9/2026) saat Car Free Day (CFD) yang diisi dengan beberapa kegiatan seperti fun walk, aksi bersih-bersih sampah, hingga edukasi lingkungan termasuk mengenai energi yang bersih, ramah lingkungan, praktis yaitu gas bumi.
PGN juga memperkenalkan GasLink berbasis compressed natural gas (CNG) melalui demo memasak agar menjangkau masyarakat dan pelaku usaha yang belum mengakses jaringan pipa gas.
Heri Frastiono menjelaskan pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha dapat mencakup kegiatan memasak, pemanas air, oven hingga usaha laundry.
Selain aspek pemanfaatan, PGN memberikan edukasi keselamatan penggunaan gas bumi, termasuk langkah mitigasi apabila terjadi kendala atau insiden.
PGN berencana memperluas sosialisasi melalui berbagai kanal, mulai dari kunjungan langsung ke masyarakat, media sosial, media elektronik dan cetak hingga kegiatan komunitas.
Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus memperluas pemanfaatan gas bumi sebagai energi yang bersih, praktis dan efisien untuk mendukung kegiatan ekonomi secara berkelanjutan.
( wa/an)








