
Mojokerto, harianjatim.net β Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyoroti tren penurunan akses pada portal Satu Data Kota Mojokerto. Berdasarkan data, tingkat akses tertinggi terjadi pada tahun 2023, kemudian mengalami penurunan pada 2024 dan kembali menurun pada 2025.
βHal ini perlu dievaluasi bersama, apakah karena masyarakat tidak membutuhkan data yang kita sajikan, atau ada kendala dalam sistem yang perlu kita perbaiki, ” tegas Wali Kota Kota dalam Focus Group Discussion (FGD) tentang Pengelolaan Tata Kelola Satu Data Kota Mojokerto sesuai prinsip Satu Data Indonesia Tahun 2026 di Pendapa Sabha Kridatama Rumah Rakyat, Kamis (23/4).
Kepala daerah perempuan pertama di Kota Mojokerto ini data menjadi dasar perencanaan dan pembangunan program kegiatan, baik oleh pemerintah daerah maupun pihak lainnya. Jika data tidak valid, maka program dan kegiatan tidak akan tepat sasaran. “Akibatnya, output dan outcome tidak dapat tercapai sesuai harapan, ” ujar wali kota yang akrab dipanggil Ning Ita.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kota Mojokerto, Citra Mayangsari, menyampaikan bahwa FGD ini bertujuan memperkuat koordinasi perangkat Satu Data Kota Mojokerto dalam pengelolaan data, meningkatkan kualitas data strategis sektoral dari perangkat daerah, serta membangun komitmen bersama dalam mendukung transformasi digital dan layanan publik berbasis data. (Ud)








