
MALANG, harianjatim.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menyebutkan bahwa sebanyak 79 fasilitas gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayah setempat telah selesai dibangun 100 persen.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Malang Tito Fibrianto menjelaskan di Malang, Jawa Timur, Senin (27/04), bahwa terdapat 79 KDMP di wilayahnya yang pembangunannya sudah selesai 100 persen.
Tito Fibrianto menyampaikan bahwa infrastruktur gedung tersebut difungsikan sebagai sarana operasional dan pemanfaatannya disesuaikan dengan kesiapan masing-masing pengurus serta anggota KDMP dalam menjalankan sejumlah unit usaha yang ditetapkan.
Beberapa unit usaha dalam program tersebut meliputi gerai sembako, logistik, unit simpan pinjam, hingga gudang pendingin untuk kebutuhan desa.
“Contoh di Randugading itu dari koperasi yang sudah ada gerai. Jadi dia mengembangkan diri menjadi Koperasi Desa Merah Putih,” ujar Tito Fibrianto.
Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Malang menyatakan bahwa saat ini terdapat 237 gedung lainnya yang masih dalam proses pengerjaan pembangunan.
Secara keseluruhan, jumlah gedung yang telah dibangun maupun yang masih dalam tahap pengerjaan di Kabupaten Malang saat ini mencapai 316 bangunan.
Adapun total target keseluruhan Koperasi Merah Putih di wilayah Kabupaten Malang direncanakan mencapai 390 unit.
Tito Fibrianto menyampaikan terdapat 74 gedung yang belum dibangun karena masih menunggu tuntasnya proses administrasi terkait pemanfaatan lahan.
“Iya ada yang di lahan Perhutani, ada di kawasan hutan produksi dan kami memohonkan untuk dipakai pembangunan. Secara prinsipil dari pihak Perhutani sudah menjawab itu namun masih proses administrasinya,” kata Tito Fibrianto.
Pemkab Malang memastikan dukungan penuh terhadap KDMP yang telah menjadi program dari Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Program ini dinilai sebagai sebuah terobosan untuk memastikan pembangunan serta penguatan sistem perekonomian masyarakat yang dimulai dari wilayah desa.
“KDMP akan menjadi pusat perekonomian karena usahanya berbasis anggota yang merupakan masyarakat. Seluruh kebutuhan di desa akan dipenuhi melalui koperasi ini dan keuntungannya kembali lagi ke masyarakat,” pungkasnya.(wa/ar)








