BeritaBisnisDaerahLifestyle

Pemkab Sumenep Kucurkan Rp3,2 Miliar Dukung Pertanian Lahan Kering Melalui BPRS Bhakti Sumekar

SUMENEP, harianjatim.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur menyediakan bantuan penyertaan modal melalui Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar untuk mendukung pengembangan usaha sektor pertanian di wilayah itu.

“Nilai total penyertaan modal yang kami sediakan sebesar Rp3,2 miliar dan pembiayaan akan menyasar petani individu maupun kelompok tani, termasuk korporasi petani,” kata Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim di Sumenep, Senin (20/4/2026).

Wakil Bupati menjelaskan, program ini juga diharapkan mampu mendukung pengembangan usaha pertanian di lahan kering yang selama ini membutuhkan tambahan permodalan.

Ia menjelaskan, di Sumenep, lahan pertanian warga terdiri atas lahan sawah, perbukitan dan ladang.

“Yang membutuhkan dukungan ekstra dari Pemkab Sumenep ada di lahan-lahan perbukitan dan ladang yang membutuhkan pengairan. Karena itu, pengembangan usaha sektor pertanian melalui penyertaan modal di di BPRS ini, kami arahkan untuk mendukung pengembangan usaha sektor ini,” katanya pada Selasa, 21 April 2026.

Pemkab Sumenep berharap, dengan adanya tambahan modal tersebut, BPRS Bhakti Sumekar dapat meningkatkan kapasitas pembiayaan yang lebih terarah dan memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.

Selain itu, penguatan permodalan ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor riil, khususnya pertanian dan usaha kecil menengah.

Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim lebih lanjut menjelaskan, penyertaan modal ke BPRS Bhakti Sumekar itu, bukan dari APBD Pemkab Sumenep, akan tetapi dari APBN.

Pemkab Sumenep, sambung dia, terpilih sebagai salah satu kabupaten di Jawa Timur yang mendapatkan dukungan anggaran pengembangan usaha pertanian melalui program Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP).

“HDDAP ini merupakan program pengembangan pertanian yang membawa pendekatan komprehensif, mulai dari peningkatan kapasitas petani, penguatan kelembagaan, penerapan teknologi tepat guna, hingga pengembangan rantai nilai produk hortikultura,” katanya menjelaskan.(wa/ar)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button