
SURABAYA, harianjatim.net – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur memperluas pemanfaatan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Fast Ultra Charging berkapasitas 120 kilowatt (kW) untuk mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
“Kehadiran SPKLU di lingkungan kampus tidak hanya menambah infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik tetapi juga menjadi sarana untuk memperluas pemanfaatan energi bersih di tengah masyarakat,” kata General Manager PLN UID Jawa Timur Eric Rossi Priyo Nugroho dalam keterangan di Surabaya, Rabu.
Eric mengatakan kolaborasi dengan institusi pendidikan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem energi masa depan karena dapat menjadi sarana untuk memperluas pemanfaatan energi bersih di tengah masyarakat.
Eric menuturkan kolaborasi dengan perguruan tinggi memiliki nilai strategis karena kampus merupakan pusat pendidikan, inovasi, sekaligus tempat lahirnya generasi yang akan menjadi penggerak transformasi di masa depan.
“Transisi energi bukan hanya tentang penyediaan infrastruktur, tetapi juga membangun ekosistem dan kebiasaan baru dalam menggunakan energi yang lebih efisien dan rendah emisi,” kata Eric.
Selain pengoperasian SPKLU, PLN juga memperkenalkan berbagai peluang kolaborasi kepada UMM yaitu salah satunya adalah PLN ICON+ yang menawarkan layanan Integrated Business Solution (IBS) antara lain layanan konektivitas, aplikasi layanan energi, manajemen utilitas listrik, gas dan air, PLTS, hingga layanan pendukung kendaraan listrik.
Tak hanya itu, PLN juga menawarkan pemanfaatan Renewable Energy Certificate (REC) sebagai salah satu solusi bagi institusi yang ingin memperoleh pengakuan atas penggunaan energi listrik yang bersumber dari pembangkit energi baru terbarukan.
Melalui kolaborasi tersebut, PLN UID Jawa Timur terus mendorong keterlibatan berbagai pemangku kepentingan termasuk institusi pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat, dalam mempercepat terbentuknya ekosistem kendaraan listrik dan pemanfaatan energi hijau di Jawa Timur.
“PLN akan terus memperkuat kolaborasi dan menghadirkan inovasi agar transisi energi memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Eric.
Wakil Rektor II Bidang Kepegawaian, Keuangan, dan Umum Universitas Muhammadiyah Malang Ahmad Juanda menekankan UMM memiliki komitmen untuk mendukung pembangunan berkelanjutan tidak hanya melalui sektor pendidikan tetapi juga dengan mengambil peran dalam memperkuat ketahanan energi.
“Selain menjalankan fungsi pendidikan, kami juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga ketahanan pangan dan ketahanan energi. Listrik merupakan energi alternatif yang mampu mendukung dekarbonisasi, meningkatkan efisiensi energi, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional,” ujar Ahmad.(wa/an)








