Berita

Tersengat Listrik di Proyek KDMP Trowulan, Satu Pekerja Tewas, Kodim 0815 Tanggung Biaya Korban

Mojokerto, harianjatim.net – Kecelakaan kerja tragis terjadi di proyek pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Tawangsari, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Rabu (8/4/2026) pagi.

Satu pekerja tewas, sementara rekannya mengalami luka serius. Insiden ini turut menyita perhatian publik setelah respons cepat dari Kodim 0815 Mojokerto di lokasi kejadian.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, dua pekerja, Nasrudin Thoha (55), warga Desa Brangkal, Kecamatan Sooko, bersama rekannya Fatchur, tengah memasang resplang talang galvalum di ketinggian sekitar lima meter.

Diduga, tangga scaffolding yang digunakan menyentuh kabel listrik bertegangan tinggi di sekitar proyek. Sengatan listrik membuat Nasrudin kehilangan kendali hingga terjatuh. Ia dinyatakan meninggal dunia di lokasi.

Melihat kejadian tersebut, Fatchur berusaha menolong dengan melepaskan tubuh korban dari aliran listrik. 

Namun nahas, ia ikut terjatuh dan mengalami luka sobek di bagian kaki dan kepala. Saat ini, ia masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Warga sekitar sempat panik. Salah satu saksi, Mustofa, mengatakan warga berteriak meminta aliran listrik segera dipadamkan.

“Sekitar jam sembilan, saya datang sudah ramai. Listrik sempat padam, saya kira ada pemadaman,” ujarnya.

Tak lama berselang, Komandan Kodim 0815 Mojokerto, Letkol Inf Abi Swanjoyo, turun langsung ke lokasi sebagai bentuk tanggap darurat.

Ia menyampaikan duka mendalam atas kejadian tersebut dan menegaskan bahwa pihaknya telah rutin mengingatkan pekerja terkait penerapan standar keselamatan kerja.

“Setiap hari sudah kami ingatkan untuk bekerja hati-hati dan sesuai prosedur. Namun ini musibah yang tidak diharapkan,” katanya.

Abi Swanjoyo memastikan pihak Kodim bertanggung jawab penuh atas insiden ini. Santunan diberikan kepada keluarga korban meninggal, sementara seluruh biaya pengobatan korban luka ditanggung hingga sembuh.

“Kami pastikan hak korban terpenuhi. Untuk yang meninggal diberikan santunan, dan korban luka seluruh biaya perawatan ditanggung,” tegasnya.

Ia juga menambahkan, seluruh pekerja proyek berada dalam pengawasan dan telah bekerja sesuai standar operasional prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Jenazah korban telah dimakamkan pada Rabu sore di kampung halamannya. Sementara itu, evaluasi menyeluruh tengah dilakukan guna mencegah kejadian serupa terulang.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan ekstra dalam bekerja, khususnya di area yang berdekatan dengan jaringan listrik bertegangan tinggi. (Ud)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button