Pendidikan

UIN Malang Latih 50 Santri Jombang Kelola Burnout Akademik lewat Muhasabah Diri

Dua pemateri yang dihadirkan dalam kegiatan ini adalah Abd. Hamid Cholili, M.Psi., Psikolog, dan Fauzul Adzim, S.Psi., M.Phil membahas sejumlah materi, mulai dari pengenalan burnout, manajemen waktu, pengendalian emosi, hingga prokrastinasi akademik atau kebiasaan menunda penyelesaian tugas.

Jombang, harianjatim.net — Sebanyak 50 santri Pondok Pesantren (PP) Ummu Zainab An-Najiyah 2, Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, mengikuti pelatihan pengelolaan kelelahan akademik atau academic burnout, Jumat (23/10/2026). Kegiatan ini menggabungkan teknik regulasi diri dengan pendekatan muhasabah atau introspeksi diri.

Pelatihan bertajuk “Penanganan Akademik Burnout melalui Pelatihan Self Regulation Berbasis Muhasabah Diri” tersebut merupakan bagian dari program UIN Mengabdi di Desaku Qaryah Thayyibah yang diinisiasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada upaya membantu santri memahami dan mengelola tekanan yang muncul akibat tuntutan pendidikan. Melalui pelatihan tersebut, peserta diajak mengevaluasi pola belajar, mengenali pemicu stres akademik, serta membangun kebiasaan yang lebih terarah dalam menjalani aktivitas pendidikan.

Dua pemateri yang dihadirkan dalam kegiatan ini adalah Abd. Hamid Cholili, M.Psi., Psikolog, dan Fauzul Adzim, S.Psi., M.Phil. Keduanya membahas sejumlah materi, mulai dari pengenalan burnout, manajemen waktu, pengendalian emosi, hingga prokrastinasi akademik atau kebiasaan menunda penyelesaian tugas.

Abd. Hamid Cholili menjelaskan, pelatihan diawali dengan pengisian pre-test untuk peserta. Selanjutnya, santri mendapatkan pemaparan materi sebelum mengerjakan lembar kerja (worksheet) yang telah disediakan dalam modul pelatihan.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi muhasabah diri dan tanya jawab, sebelum diakhiri dengan pengisian post-test.

“Peserta terlebih dahulu mengisi pre-test, kemudian mengikuti pemaparan materi. Setelah itu, mereka mengerjakan worksheet dalam modul pelatihan, dilanjutkan dengan muhasabah diri dan sesi tanya jawab, lalu ditutup dengan post-test,” terang Abd. Hamid.

Pada sesi pengerjaan lembar kerja, peserta diajak menelaah kebiasaan belajar masing-masing dan mengidentifikasi berbagai faktor yang berpotensi menimbulkan tekanan akademik. Mereka juga didorong menyusun langkah perbaikan diri berdasarkan aktivitas yang tercantum dalam modul.

Fauzul Adzim menambahkan, proses tersebut memberikan ruang bagi santri untuk menghubungkan materi yang diperoleh dengan pengalaman mereka sehari-hari di lingkungan pendidikan pesantren.

“Melalui pengerjaan worksheet, peserta merefleksikan kebiasaan belajar, mengenali hal-hal yang berpotensi memicu tekanan akademik, serta merancang upaya perbaikan diri sesuai dengan panduan dalam modul,” jelas Fauzul.

Antusiasme peserta menjadi salah satu hal yang terlihat selama pelaksanaan pelatihan. Meski demikian, hasil evaluasi terukur dari kegiatan tersebut belum tersedia. Karena itu, perubahan tingkat pemahaman, kemampuan regulasi diri, maupun kondisi psikologis peserta setelah pelatihan belum dapat disimpulkan.

Demikian pula, hasil pre-test dan post-test belum dipublikasikan sehingga efektivitas pelatihan dalam mengatasi kelelahan akademik masih memerlukan evaluasi lebih lanjut.

Program Qaryah Thayyibah sendiri merupakan bagian dari skema pengabdian kepada masyarakat LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melalui program UIN Mengabdi di Desaku. Program ini diarahkan untuk mendorong terwujudnya lingkungan perkampungan atau desa yang mandiri, religius, dan memiliki daya saing.

Melalui pelatihan di lingkungan pesantren ini, pengelolaan kelelahan akademik menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat. Perpaduan regulasi diri dan muhasabah dipilih sebagai pendekatan untuk mendorong santri lebih mengenali kebiasaan belajar serta mengevaluasi cara mereka menghadapi tuntutan pendidikan. (Ud)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button