Opini

Mencandai Trump dan Tentara AS (Humor Perang Iran vs AS-Israel)

Oleh: Soenarwoto

HARI Raya tahun 2026 ini memiliki cerita yang berbeda. Dalam jejagongan Lebaran, setelah bermaaf-maafan, sembari ngemil dan ngopi hampir semua orang membicarakan perang Iran vs AS-Israel. Dan hampir semua mereka berpihak kepada Iran. Bravo Iran!

Dimaklumi mereka semua adalah orang Indonesia yang mayoritas Islam, apalagi warga di pedesaan. Maka mereka sangat memihak Iran, karena “negeri para mullah” itu yang diserang oleh AS-Israel. Pimpinan Iran Ayatullah Ali Khamanei dan segenap keluarganya pun terbunuh pada serangan 28 Februari 2026 itu. Jadi sangat wajar jika mereka berpihak kepada Iran. Empati.

Dari obrolan jejagongan lebaran itu, ada suatu hal yang sangat menggelitik. Yaitu tentang Kapal Induk USS Gerald R Ford yang “mudik” ke Pulau Kreta, Yunani. Kapal super besar dan super canggih itu meninggalkan kawasan laut Iran, karena mengalami kerusakan pada bagian laundry dan toilet-nya. Rusak sendiri, bukan akibat dihantam Rudal Supersonic Fattah-2 Iran. Begitu sesuai rilis pihak AS.

“Itulah kuasa Allah. Iran tidak perlu repot-repot kirim “parcel lebaran” rudal dan drone ke Kapal Induk USS Gerald R Ford. Eh, kapal induk yang dikenal super canggih itu rusak sendiri. Ajaib,” kata seorang dari peserta jejagongan lebaran.

“Betul. Iran dapat berkah dalam perang ini. Kapal Induk USS Gerald R Ford yang dibangga-banggakan AS itu, mendadak bagian laundry-nya kebakaran, dan toilet-nya tiba-tiba mampat. Tidak bisa dipergunakan,” sahut peserta lain menebalkan.

Mendengar itu lalu dengan santai tuan rumah berseloroh. “Tahukah sampean semua, kenapa Kapal Induk USS Gerald R Ford itu bagian laundry-nya kebakaran dan toilet-nya mampat? Itu gara-gara banyak tentara AS mendadak stres berat, mules, lalu mencret-mencret. Tentara AS ketakutan menghadapi serangan Iran,” ungkapnya.

Karena rame-rame mencret, sambung tuan rumah, maka semua tentara AS yang berada di kapal itu pun ramai-ramai ingin ke toilet. Kebelet “beol” atau buang air besar. Maaf. Karena semua mencret, jadilah toiletnya mampat. Kepenuhan.
Dengan terpaksa akhirnya tentara AS pilih “beol” di celananya seperti anak balita.
Hehe…

“Saking banyaknya pakaian tentara AS belepotan “beol” dan harus dicuci, akibatnya mesin laundry-nya terbakar. Katanya tentara AS itu tangguh seperti “Rambo” di film-film itu, kok jebulnya penakut. Baru dapat ancaman Iran, eh tentara AS sudah mencret-mencret,” tambah tuan rumah dengan tetap bercanda.

Mendengar canda tuan rumah itu semua peserta jejagongan lebaran pun tertawa. Lalu, seorang peserta jejagongan lebaran dari pensiunan TNI-AD menjelaskan tentang perbedaan “jiwa korsa” tentara Iran dan AS. Menurutnya, jiwa korsa tentara Iran lebih hebat. Pun imannya kuat. Tentara Iran niatnya perang adalah jihad, dengan keyakinan mati syahid. Maka tentara Iran tidak takut mati.

Berbeda dengan tentara AS. Mereka tidak punya “jiwa korsa” seperti tentara Iran. Tentara AS berangkat perang boleh dibilang ‘tidak punya iman” dan terpaksa. Terpaksa atas kebijakan Presiden Donald Trump, yang berambisi “merampas paksa” minyak milik Iran. Bukan demi bela negara, apalagi buat perdamaian dunia (alasan nuklir).

“Trump sendiri kini pusing menghadapi ketangguhan Iran, dan menghadapi tekanan politik dari luar negeri maupun di dalam negerinya. Trump mungkin sekarang juga lagi mules perutnya dan mencret-mencret,” pungkasnya dengan tersenyum. Senang bisa mencandai Trump dan tentara AS. (**)

Penulis adalah wartawan senior

Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button