Opini

“No King” di AS, “No Smoking” di  Konoha (Humor Perang Iran-AS)

Oleh: Soenarwoto

DEMO menentang Presiden Donald Trump kini merebak di Amerika Serikat (AS). Bak gelombang tzunami, jumlah pendemo mencapai delapan juta orang lebih. Aksinya menyebar di berbagai kota besar seperti Washington DC, New York City, Los Angeles, Texas, Ohio, dan Chicago. Demo ini tercatat sebagai demo paling besar dalam sejarah di AS. Dahsyat!

Aksi itu merupakan bentuk penolakan terhadap Trump yang otoriter, khususnya kebijakan perang melawan Iran. Serangan ke Iran yang dimulai 28 Februari 2026 itu, dinilai tanpa persetujuan konggres (dewan AS). Apalagi, dampak perang itu kini membuat harga BBM di AS melonjak tinggi. Pun berimbas terhadap kenaikan harga semua kebutuhan dan membuat warga AS kini tercekik. Melet.

Saat demo banyak peserta mengenakan topeng berwajah Trump dan gambar mahkota king disilang. Mereka pun membawa spanduk dan pamflet bertuliskan “No Kings” dan “Trump Must Go Now”. Kira-kira maksutnya; Tak Ada Raja, Lengser Cuk! Sikap itu sebagai bentuk menentang kebijakan Trump yang “sak karepe dewe” alias otoriter. Perang juga bukan untuk negara apalagi buat rakyat AS, tapi karena tergoda “glembuk” PM Israel, Benjamin Netanyahu.

“Apa tak salah itu ungkapan No King,” tanya sahabat kepada temannya saat ngopi di “Warung Mbok Mingkem”. “Kok salah, apanya yang salah brow,” tanya balik teman dengan serius.

“Bukankah Amerika itu sistem negaranya republik konstitusional federal, dengan sistem demokrasi perwakilan, kok ada Rajanya,” jelas dan tanya lagi sahabat kini dengan prengas-prenges.

Melihat gestur itu temannya pun menjawab sekenanya. “Bukankah di Indonesia itu sistem negaranya juga berbentuk republik dengan sistem pemerintahan presidensial brow, kok juga ada Raja-nya,” jawab teman.Seketika sahabat yang mengawali bercanda langsung terhenyak kaget. “Loh, Indonesia kini ada Raja? Kamu jangan omon-omon gitu, nanti itu bisa dibilang hoak,” pinta sahabat serius.

“Ini bukan omon-omon dan bukan hoak brow. Ini benar adanya. Bukankah kapan itu Pak Bahlul bilang bahwa Pak  Mulyono itu sebagai Raja Jawa. Dinasti di era pemerintahan demokrasi kini,” jelasnya dengan tersenyum membalas candaan sahabatnya.

“Oh  itu bukan di Indonesia, tapi di Konoha. Yang ada di Indonesia itu “No Smoking”. Itu kalau SPBU sedang tersedia BBM. Tapi kalau sekarang langka, ya “Can Smoking”.  Boleh merokok,” pungkasnya lalu mereka sama-sama tertawa ngakak ala Konoha. (**)

Penulis adalah wartawan senior

Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button