Pemkab Mojokerto Fokus Jaga Stabilitas Ekonomi Daerah Di Tengah Perang Timteng

Mojokerto, harianjatim.net – Pemerintah Kabupaten Mojokerto bergerak cepat merespons dinamika global dengan menggelar Rapat Koordinasi Antisipasi Dampak Perang Timur Tengah, di ruang rapat Satya Bina Karya (SBK), Pemkab Mojokerto.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memetakan potensi dampak konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel terhadap stabilitas ekonomi nasional hingga daerah, sekaligus merumuskan langkah mitigasi yang konkret dan terukur.
Dalam kajian yang disusun Bappeda, konflik global yang dipicu serangan Amerika Serikat ke Iran pada 28 Februari 2026 berpotensi mengganggu jalur strategis Selat Hormuz yang dilalui sekitar 20 persen distribusi minyak dunia. Kondisi tersebut memicu lonjakan harga energi, ketidakpastian geopolitik, hingga tekanan terhadap perekonomian global yang berdampak langsung pada Indonesia, seperti meningkatnya inflasi, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga menurunnya investasi dan aktivitas ekspor.
Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa, dalam arahannya menegaskan, pemerintah daerah harus sigap dan adaptif menghadapi situasi global yang tidak menentu. Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga, khususnya bahan kebutuhan pokok, agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
“Dinamika global akibat konflik di Timur Tengah berpotensi menimbulkan dampak signifikan terhadap stabilitas ekonomi, baik nasional maupun daerah. Untuk itu, kita harus memperkuat langkah antisipatif secara bersama,” tegas Bupati yang akrab disapa Gus Barra. (Nin)








