
Tulungagung, harianjatim.net – Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, mengalokasikan anggaran sebesar Rp7,2 miliar untuk membangun kembali Jembatan Junjung yang patah sejak Desember 2024 sebagai upaya pemulihan akses infrastruktur warga.
Pelaksana tugas Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Tulungagung Ahmad Rifai Sodik di Tulungagung pada hari Jumat, 10 April 2026, mengatakan proyek pembangunan jembatan tersebut akan dimulai pada April 2026 setelah proses lelang selesai.
“Pemenang proyek sudah ada, saat ini tinggal tahap kontrak kerja. Pengerjaan fisik mulai April,” katanya.
Ahmad Rifai Sodik menjelaskan pembangunan ditargetkan rampung dalam waktu tujuh bulan atau sebelum November 2026 dengan harapan dapat dipercepat agar akses masyarakat segera normal.
Dalam pembangunan ulang ini, konstruksi jembatan akan diubah menggunakan sistem balok gerber tanpa pilar tengah guna meningkatkan ketahanan terhadap banjir.
Menurut Ahmad Rifai Sodik, desain tersebut dipilih untuk mengantisipasi kerusakan akibat material bawaan arus sungai seperti kayu dan enceng gondok yang sebelumnya menjadi penyebab utama rusaknya jembatan.
“Dengan konstruksi tanpa pilar tengah, risiko tersangkut material saat banjir bisa diminimalkan,” ujarnya.
Pemerintah daerah juga menyiapkan anggaran sekitar Rp7,2 miliar dari APBD untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur tersebut.
Dengan pembangunan ulang ini, diharapkan mobilitas warga kembali lancar tanpa harus memutar akibat putusnya akses jembatan.(wa/ar)








