
SITUBONDO, harianjatim.net – Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, akan membangun dan menata ulang kembali pasar hewan (Sabtoan) dalam upaya menciptakan alur sirkulasi yang aman dan higienis serta memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi pedagang dan pembeli.
Pasar Hewan Sabtoan di Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan (pasar hewan wilayah tengah Situbondo) ini merupakan salah satu pasar hewan terbesar di wilayah Tapal Kuda.
“Kami sudah meminta denah pasar hewan (Sabtoan), dan ini perlu ditata ulang karena tiap menjelang Hari Raya Idul Adha sangat ramai pedagang dan pembeli dari wilayah Tapal Kuda, dan bahkan dari Jawa Tengah dan Jawa Barat,” ujar Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo di sela meninjau Pasar Hewan Sabtoan di Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Sabtu.
Rencana pembangunan dan penataan ulang pasar hewan yang tak jauh dari perkotaan itu, lanjut Yusuf Rio Wahyu Prayogo, sangat penting selain untuk alur sirkulasi yang aman higienis, juga memberikan kenyamanan bagi pedagang dan pembeli ternak sapi dan kambing serta domba, khususnya saat momentum menjelang Idul Kurban.
Pada momentum menjelang Idul Adha 2026 ini, katanya, Pasar Hewan Sabtoan disesaki pedagang dan pembeli dari berbagai daerah di Jawa Timur, dan bahkan Semarang (Jawa Tengah) dan Bogor (Jawa Barat).
“Oleh karena itu perlu ditata ulang pasar hewan di sini ini, dan untuk kapasitas untuk ternak sapi kami optimalkan hingga 2.000 ekor, termasuk tempat domba dan kambing nanti juga ditata ulang,” kata Yusuf Rio Wahyu Prayogo.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Situbondo Muh Abdul Rahman menambahkan, perputaran uang di Pasar Hewan Sabtoan setiap hari Sabtu mencapai Rp6 miliar hingga Rp7 miliar.
“Di Situbondo ada tiga pasar hewan, selain Pasar Hewan Sabtoan, juga ada di Pasar Hewan Kemisan di Kecamatan Asembagus (wilayah timur Situbondo) dan Pasar Hewan di Kecamatan Besuki (wilayah barat),” katanya.
Data diperoleh, pada triwulan I tahun 2026 populasi ternak sapi potong mencapai 153.462 ekor tersebar di 136 desa/kelurahan dan 17 kecamatan.(wa/an)








