BeritaDaerahLifestyle

BPOM Jember Tegaskan SPPG Wajib Miliki SOP Terkait Program Makan Bergizi Gratis

Jember, harianjatim.net – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, menegaskan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib memiliki standar operasional prosedur dalam setiap proses menu makanan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Proses pengolahan dan penyajian MBG sangat kompleks, sehingga semua proses tahapan harus dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP),” kata Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Muda BPOM Jember Yusita Harminingsih di kabupaten setempat, Jumat.

Menurutnya, proses MBG meliputi pengolahan pangan dalam jumlah besar, kemudian jalur distribusi dari tempat pengolahan ke tempat tujuan penerima MBG di sekolah yang membutuhkan waktu tempuh.

“Kemungkinan ada waktu yang cukup lama yang tidak sesuai dengan SOP nya, antara masak dengan waktu konsumsi MBG, sehingga terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Ia menyarankan semua SPPG menerapkan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) agar tidak terjadi seperti kasus yang dialami SPPG Kaliwates 3, yang menyebabkan siswa penerima MBG mengalami efek yang tidak diinginkan seperti mual, muntah, dan pusing.

“Secara umum biasanya kasus keracunan usai mengonsumsi MBG, agen penyebabnya adalah bakteri atau sumber mikrobiologi yang bisa berasal dari mana saja, sehingga pihaknya menelusuri hal tersebut,” ujar Yusita.

Terkait kasus dugaan keracunan 25 siswa TK dan PAUD di Jember pada Rabu (20/5), pihak BPOM Jember sudah turun ke SPPG Kaliwates 3 – bukan SPPG Kaliwates 7 seperti berita sebelumnya -sebagai mitra penyedia MBG di sejumlah sekolah tersebut.

“Kami masih menelusuri terkait prosedur bagaimana pengolahan makanan tersebut di SPPG Kaliwates 3,” katanya.

Sementara Kepala SPPG Kaliwates 3 Ahmad Farid Anam menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut dan semua biaya pengobatan korban yang tidak dibiayai BPJS Kesehatan akan ditanggung oleh SPPG setempat.

“Untuk sementara operasional dapur MBG di SPPG Kaliwates 3 dihentikan atau suspend sambil menunggu hasil laboratorium,” katanya.

Sebelumnya sebanyak 25 siswa TK dan PAUD di Jember dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit setelah mengonsumsi MBG pada Rabu (20/5) karena mengalami mual, pusing, dan muntah.(wa/an)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button