Dewan Pendidikan Surabaya Dorong Kolaborasi Terpadu demi Pembelajaran Menyenangkan

SURABAYA, harianjatim.net – Anggota Dewan Pendidikan Surabaya Sukma Sahadewa mendorong penguatan sinergi lintas sektor untuk mewujudkan pembelajaran menyenangkan dan berkarakter melalui kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah kota, satuan pendidikan, dan keluarga dalam ekosistem terpadu.
“Pendidikan tidak lagi dapat dipandang sebagai tanggung jawab satu institusi semata. Keberhasilannya sangat ditentukan oleh kolaborasi antara Dewan Pendidikan, pemerintah kota melalui dinas pendidikan, satuan pendidikan, serta keluarga sebagai bagian dari ekosistem yang saling terhubung,” kata Dosen Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS), Sabtu (25/04/2026).
Menurut Sukma Sahadewa, transformasi pendidikan di Surabaya menunjukkan arah progresif melalui kebijakan seperti penyesuaian beban belajar siswa, pengendalian penggunaan gawai di sekolah, serta penguatan pendidikan karakter.
Dewan Pendidikan berperan sebagai pemberi pertimbangan, pendukung kebijakan, sekaligus pengawas agar implementasi berjalan transparan dan akuntabel.
Sementara itu, Dinas Pendidikan Kota Surabaya menjadi motor penggerak dalam penguatan kurikulum, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, serta penyediaan fasilitas belajar yang memadai.
Sukma Sahadewa menambahkan, sekolah sebagai garda terdepan bertanggung jawab menciptakan pembelajaran bermakna, dengan peran guru sebagai fasilitator, pembimbing, dan inspirator bagi peserta didik.
Tantangan utama menurutnya adalah mengubah paradigma belajar dari tekanan menjadi pengalaman menyenangkan dengan menghadirkan lingkungan sekolah yang aman dan mendukung eksplorasi siswa.
Kebijakan pembatasan penggunaan gawai selama jam belajar menjadi contoh kolaborasi multipihak antara pemerintah, Dewan Pendidikan, sekolah, dan keluarga.
Hal serupa berlaku pada kebijakan pengurangan pekerjaan rumah yang bertujuan menghindari beban akademik tidak efektif sekaligus mendorong kreativitas dan tanggung jawab siswa.
Lebih lanjut, Sukma Sahadewa menilai kolaborasi sekolah dan keluarga menjadi fondasi utama pendidikan karakter yang diperkuat melalui program parenting.
Selain itu, sistem pendidikan Surabaya perlu mampu mengakomodasi keberagaman potensi siswa melalui pemetaan potensi dan dukungan lintas sektor.
Dewan Pendidikan juga berfungsi sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat, sekolah, dan pemerintah guna memastikan kebijakan relevan dengan kebutuhan lapangan.
“Pengembangan kampung ramah pendidikan menjadi wujud kolaborasi berbasis masyarakat dalam mendukung pendidikan berkelanjutan,” katanya.
Ke depan, konsistensi dan komitmen seluruh pihak menjadi kunci dalam menjaga sinergi demi mewujudkan pendidikan yang menyenangkan, inklusif, dan berkarakter.(wa/ar)








