BeritaBisnisNasional

Kementerian ESDM Pastikan SPBU Swasta Sudah Mulai Beli Solar dari Pertamina

Jakarta, harianjatim.net – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta saat ini sudah mulai membeli solar dari Pertamina.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengonfirmasi hal tersebut saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM Jakarta pada Rabu, 7 Mei 2026.

“Sudah, sudah. Kalau ditanya ke swasta pasti sudah ada (beli solar dari Pertamina),” ujar Laode Sulaeman memastikan kelancaran proses distribusi tersebut.

Laode menyampaikan bahwa sejak pemerintah mengumumkan instruksi agar SPBU swasta membeli solar dari Pertamina, telah berlangsung sejumlah pertemuan intensif antara pihak swasta dengan Pertamina.

Oleh karena itu, proses pembelian solar dalam negeri oleh perusahaan pengelola SPBU swasta kini sudah berjalan sesuai dengan rencana yang ditetapkan.

“Sebenarnya kan sejak diumumkan itu sudah dilakukan pertemuan-pertemuan. Sudah jalan,” kata Laode menambahkan.

Sebelumnya pada Februari 2026, Kementerian ESDM menargetkan badan usaha pengelola SPBU swasta wajib menggunakan solar dalam negeri yang dibeli dari Pertamina mulai April 2026.

Selama masa transisi, Pertamina telah menyiapkan berbagai kebutuhan teknis seperti penyediaan pelabuhan muat atau loading port yang memadai untuk mendukung distribusi.

Selain itu, kargo pengiriman juga telah disesuaikan dengan volume yang dipesan oleh masing-masing badan usaha agar pasokan tetap stabil.

Spesifikasi bahan bakar murni atau base fuel solar juga dipastikan telah memenuhi permintaan serta standar dari masing-masing badan usaha pengelola.

Langkah-langkah tersebut merupakan hasil diskusi mitigasi antara Dirjen Migas dengan para pengelola SPBU guna mencegah terjadinya krisis energi selama masa peralihan pembelian solar dalam negeri.

Kebijakan wajib beli solar dari Pertamina ini merupakan dampak positif dari selesainya Refinery Development Master Plan (RDMP) di Refinery Unit V Balikpapan, Kalimantan Timur.

Kilang Balikpapan kini memiliki kapasitas pengelolaan hingga 360 ribu barel per hari yang mampu memenuhi sekitar 22 hingga 25 persen kebutuhan energi nasional.

Secara ekonomi, keberadaan RDMP Balikpapan memberikan dampak besar pada kemandirian energi dengan potensi penghematan impor BBM mencapai Rp68 triliun per tahun.

Proyek ini juga diprediksi akan memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dengan nilai mencapai Rp514 triliun.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pun turut membenarkan kebijakan mengenai langkah SPBU swasta yang kini beralih menggunakan pasokan solar dari Pertamina.(wa/an)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button