BeritaBisnisDaerahNasional

Sokong Ketahanan Pangan Nasional, Pemkab Ngawi Targetkan Luas Panen Padi 169 Ribu Hektare pada 2026

NGAWI, harianjatim.net – Pemerintah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, menargetkan luas panen padi di wilayahnya mampu mencapai angka 169.000 hektare pada tahun 2026 mendatang.

Target ambisius ini diupayakan melalui strategi peningkatan produktivitas serta intensifikasi pertanian sebagai langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Ngawi Supardi memberikan keterangan resmi di Ngawi, Jawa Timur, pada Kamis, 14 Mei 2026.

Supardi mengungkapkan bahwa target luas panen padi sebesar 169.000 hektare tersebut merupakan sasaran yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pertanian.

Saat ini, data menunjukkan bahwa luas baku sawah yang tersedia di wilayah Kabupaten Ngawi tercatat sekitar 49.000 hektare.

“Untuk mencapai target tersebut, kami menyiapkan strategi peningkatan Indeks Pertanaman (IP) hingga 2,8 serta peningkatan produktivitas gabah per hektare,” ujar Supardi.

Ia menjelaskan bahwa dalam mendukung capaian IP 2,8, Pemerintah Kabupaten Ngawi terus mendorong percepatan masa tanam bagi para petani.

Selain itu, dilakukan pula penguatan sistem pertanian ramah lingkungan yang berkelanjutan guna mengoptimalkan hasil produksi tanpa harus melakukan perluasan lahan secara masif.

Pemerintah Kabupaten Ngawi juga telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi guna menghadapi anomali cuaca El Nino yang diprediksi akan mencapai puncaknya pada Juli hingga Agustus 2026.

Langkah mitigasi tersebut dilakukan melalui pemetaan wilayah yang rawan kekeringan serta optimalisasi program electricity for farming atau e-farm.

Program e-farm ini mengandalkan penggunaan sumur submersible yang ditempatkan pada titik-titik lahan pertanian yang dinilai paling kritis.

Dalam upaya menggenjot luas lahan panen tersebut, DKPP Ngawi turut memberikan perhatian khusus pada lahan pertanian yang sumber airnya bergantung pada waduk.

Fokus perhatian diberikan pada area irigasi di sekitar Waduk Sangiran dan Waduk Pondok karena memiliki ketergantungan yang cukup tinggi terhadap curah hujan.

“Musim tanam di daerah pertanian yang irigasi mengandalkan waduk harus diperhatikan kebutuhan air agar optimal, tujuan utamanya adalah meminimalkan risiko gagal panen,” kata Supardi.

Melalui berbagai strategi yang telah disusun, Pemerintah Kabupaten Ngawi merasa optimistis target luas panen padi tahun 2026 dapat terealisasi sepenuhnya.

Capaian ini diharapkan semakin memperkokoh posisi daerah Ngawi sebagai lumbung padi utama dalam menjaga stabilitas pangan nasional.

Berdasarkan catatan dari DKPP Kabupaten Ngawi, produksi padi di wilayah setempat rata-rata mencapai 770 ribu ton gabah kering giling (GKG) setiap tahunnya.(wa/an)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button