Lifestyle

Berawal dari Mencari Obat Herbal untuk Sang Ibu, Ridwan Sukses Kembangkan Budidaya Buah Tin dan Monstera hingga Kirim ke Seluruh Indonesia

Surabaya, Harianjatim.net – Berawal dari keinginan membantu sang ibu yang menderita tekanan darah tinggi, Ridwan kini sukses mengembangkan usaha budidaya buah tin dan tanaman hias monstera. Berkat ketekunan dan inovasi dalam perawatan tanaman, usahanya tidak hanya melayani pelanggan di Surabaya, tetapi juga telah menjangkau hampir seluruh wilayah Indonesia.

Ridwan mengungkapkan, awal mula dirinya menekuni budidaya buah tin berangkat dari pencarian tanaman herbal yang dipercaya memiliki manfaat bagi kesehatan. Dari pengalaman tersebut, ia melihat peluang untuk mengembangkan budidaya buah tin secara lebih serius hingga menjadi usaha yang terus berkembang.

“Awalnya saya mencari tanaman herbal untuk ibu saya yang memiliki tekanan darah tinggi. Dari situ saya mulai mengenal buah tin dan akhirnya tertarik untuk membudidayakannya,” ujar Ridwan.

Menurutnya, manfaat kesehatan menjadi alasan utama banyak pelanggan membeli buah tin. Tidak sedikit konsumennya yang mencari buah maupun daun tin sebagai pelengkap pola hidup sehat, termasuk setelah menjalani operasi maupun sebagai pendamping pengobatan penyakit tertentu. Meski demikian, manfaat tersebut tetap perlu disesuaikan dengan anjuran tenaga medis dan tidak menggantikan pengobatan dokter.

Ridwan juga mengajak generasi muda, khususnya Gen Z, agar tidak ragu memulai bisnis di bidang pertanian dan budidaya tanaman. Ia menilai sektor ini memiliki prospek cerah, terlebih jika dipadukan dengan pemanfaatan teknologi modern.

“Mulailah dulu menanam. Setelah itu lakukan inovasi dengan teknologi, seperti penyiraman otomatis, pemupukan otomatis, hingga sistem yang bisa dikontrol melalui ponsel. Dengan begitu, perawatan tanaman menjadi lebih mudah dan efisien,” katanya.

Untuk pemasaran, Ridwan menyebut Surabaya masih menjadi daerah dengan jumlah pelanggan terbanyak. Selain masyarakat umum, banyak mahasiswa dan pelajar datang untuk belajar budidaya maupun melakukan penelitian. Sementara dari luar daerah, permintaan juga cukup tinggi dari Jakarta.

Ia menambahkan, pengiriman tanaman hasil budidayanya kini telah menjangkau hampir seluruh Indonesia. “Kami sudah pernah mengirim tanaman ke berbagai daerah, mulai dari Aceh hingga Sulawesi. Hampir seluruh Indonesia sudah terjangkau,” ungkapnya.

Dalam perawatannya, Ridwan mengakui buah tin memiliki tantangan tersendiri karena bukan tanaman endemik Indonesia. Tanaman yang berasal dari kawasan Timur Tengah tersebut lebih menyukai iklim panas, sehingga saat musim hujan lebih rentan mengalami gangguan seperti busuk akar maupun karat daun. Karena itu, ia menyarankan para pemula memahami karakteristik tanaman sebelum mulai membudidayakannya agar risiko kegagalan dapat diminimalkan.

Keunggulan budidaya yang dikembangkan Ridwan terletak pada penggunaan greenhouse sebagai media perawatan. Sistem tersebut membuat tanaman lebih terlindungi dari hama, lebih mudah dirawat, serta mampu menghasilkan buah yang segar dengan penggunaan pestisida yang sangat minim, bahkan nyaris tanpa pestisida. Menurutnya, metode tersebut menjadi nilai tambah yang membedakan usahanya dengan budidaya buah tin yang dilakukan secara terbuka di luar ruangan.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button