
Tulungagung , harianjatim.net . Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur menggelar pengamatan rashdul kiblat bertepatan dengan fenomena astronomi saat matahari berada tepat di atas Ka’bah pada Rabu sore, sebagai upaya memastikan ketepatan arah kiblat bagi umat Islam.
Kepala Kemenag Tulungagung Alif Fauzi mengatakan, fenomena tersebut terjadi setiap 15 dan 16 Juli sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan kalibrasi arah kiblat secara langsung dengan memanfaatkan bayangan Matahari.
“Pengamatan dilakukan saat Matahari berada tepat di atas Ka’bah. Waktu idealnya sekitar pukul 16.27 WIB sehingga bayangan benda yang berdiri tegak akan menunjukkan arah kiblat secara akurat,” katanya.
Menurut Alif, metode Rashdul Kiblat dapat dilakukan secara sederhana oleh masyarakat dengan menancapkan benda yang berdiri tegak lurus di tempat terbuka, kemudian mengamati arah bayangannya pada waktu yang telah ditentukan.
Alif menjelaskan momentum tersebut sangat bermanfaat, terutama bagi masyarakat yang akan membangun masjid, mushalla maupun rumah tinggal agar arah kiblat sesuai dengan posisi Ka’bah.
“Bagi masjid atau mushalla yang sudah berdiri, hasil pengamatan ini dapat menjadi bahan evaluasi dan penyesuaian arah kiblat sesuai keyakinan masing-masing sehingga pelaksanaan ibadah shalat semakin tepat,” ujarnya.
Penyuluh Agama Kemenag Tulungagung Syafa’an mengatakan pengukuran dilakukan menggunakan alat sederhana, seperti bandul, kompas, dan busur derajat, kemudian diverifikasi melalui perhitungan koordinat geografis.
Dari hasil pengamatan maupun perhitungan tersebut, arah kiblat di Tulungagung berada pada kisaran 24 derajat dari arah barat ke utara.
Syafa’an menambahkan masyarakat yang ingin memperoleh pengukuran arah kiblat secara resmi dapat mengajukan permohonan kepada Kemenag Tulungagung melalui surat pengantar dari pemerintah desa atau kelurahan setempat.(wa/an)








