Lifestyle

MajaCraft.id Perkuat Digitalisasi Kerajinan Nusantara Lewat Sertifikat Keaslian Digital

Mojokerto, harianjatim.net – Pemanfaatan teknologi digital kini semakin membuka peluang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk memperluas pasar sekaligus menjaga keaslian karya. Hal itu diwujudkan melalui kehadiran MajaCraft.id, platform marketplace yang menghubungkan pengrajin dan seniman Indonesia dengan konsumen melalui konsep phygital atau perpaduan dunia fisik dan digital.

Platform yang dikembangkan PT BSE Group Teknologi tersebut tidak hanya menjadi sarana jual beli produk kerajinan, tetapi juga memberikan Sertifikat Keaslian Digital pada setiap karya yang memenuhi persyaratan. Sertifikat itu berfungsi sebagai identitas digital permanen yang menegaskan autentisitas sebuah karya.

Founder MajaCraft, Angga Adrianto, menjelaskan bahwa platform ini lahir dari kebutuhan para pelaku UMKM kerajinan yang selama ini masih menghadapi kendala pemasaran dan perlindungan terhadap orisinalitas produknya.

“Pengrajin perlu ruang yang memudahkan mereka menjangkau pasar lebih luas tanpa direpotkan urusan teknis. Sementara pembeli juga berhak mendapatkan kepastian bahwa karya yang dimiliki benar-benar asli,” ujarnya.

Menurut Angga, MajaCraft mengusung semangat menyatukan potensi kerajinan Nusantara melalui ekonomi kreatif. Filosofi tersebut diwujudkan dengan mempertemukan pengrajin lokal, kolektor, komunitas budaya hingga calon pembeli dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.

Ia menegaskan, sertifikat digital yang diterbitkan platform bukan merupakan instrumen investasi maupun aset keuangan. Keberadaannya semata-mata untuk memberikan perlindungan identitas terhadap karya seni dan kerajinan Indonesia.

Selain itu, transaksi di MajaCraft dirancang lebih aman melalui sistem escrow, di mana pembayaran baru diteruskan kepada penjual setelah barang diterima pembeli sesuai pesanan. Seluruh proses pembayaran juga menggunakan layanan payment gateway yang memenuhi standar keamanan.

Beragam produk budaya tersedia di dalam platform tersebut, mulai batik, kain tradisional, ukiran kayu, keramik, gerabah, karya fotografi seni, kerajinan batu, perhiasan, wayang, topeng hingga berbagai aksesori khas Nusantara. Seluruh produk melalui proses kurasi agar tetap mengedepankan nilai budaya dan kualitas.

Tak hanya berfungsi sebagai marketplace, MajaCraft juga membangun ekosistem kolaboratif yang melibatkan seniman, kurator, fotografer, akademisi, komunitas budaya hingga pegiat literasi. Sejumlah program seperti Ruang Budaya, Program Seniman, dan Digital Museum Nusantara menjadi bagian dari upaya memperkuat pelestarian budaya berbasis teknologi.

Ke depan, MajaCraft menargetkan pengembangan marketplace secara penuh, memperluas jaringan kolektor internasional, menghadirkan pameran virtual, hingga menyusun standar sertifikasi seni nasional.

“Kami ingin pelestarian budaya berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan para pengrajin. Karena itu MajaCraft dibangun sebagai ruang kolaborasi bagi seluruh pelaku ekosistem budaya Indonesia,” kata Angga.

Untuk mendukung pengembangan tersebut, MajaCraft juga membuka kesempatan kolaborasi bagi kurator seni, koordinator komunitas, penulis konten budaya, manajer pameran, brand ambassador daerah, hingga fotografer karya seni.

Sebagai pengelola platform, PT BSE Group Teknologi telah mengantongi legalitas berupa Nomor Induk Berusaha (NIB), Tanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE), serta pengesahan badan hukum dari Kementerian Hukum RI. Perusahaan yang berkantor di Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto itu menargetkan MajaCraft menjadi salah satu motor penggerak digitalisasi sekaligus pelestarian kerajinan Nusantara. (Ud) 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button