
MADIUN, harianjatim.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Jawa Timur membentuk relawan Pendekar Hijau yang berjumlah 170 orang untuk mengawal pelaksanaan gerakan pilah sampah dari rumah yang dicanangkan pemda setempat sebagai upaya penanganan sampah berkelanjutan.
Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan Pendekar Hijau memiliki peran penting sebagai penggerak perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya.
”Pendekar Hijau ini adalah relawan yang akan menjadi penggerak di tengah masyarakat. Tugasnya memberikan edukasi kepada warga mengenai pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu. Namun pelaksanaannya tetap didampingi ketua RT agar program ini berjalan lebih efektif dan mendapat kepercayaan dari masyarakat,” ujarnya dalam kegiatan Pelatihan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Madiun, Rabu.
Menurut Bagus, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat di tingkat lingkungan.
Adapun sebanyak 170 Pendekar Hijau tersebut merupakan relawan yang berasal dari seluruh kelurahan di Kota Madiun.
Nantinya, para relawan tersebut akan berkolaborasi dengan ketua RT untuk memberikan edukasi ke masyarakat mengenai pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu, menghidupkan kembali Program Kampung Iklim (ProKlim), serta mengaktifkan bank sampah di lingkungan masing-masing.
Selain memberikan edukasi, Pendekar Hijau juga akan mendampingi ketua RT dalam memantau perkembangan pengelolaan sampah di wilayahnya.
Pemerintah Kota Madiun juga tengah menyiapkan sistem dashboard yang terintegrasi dengan laporan dari RT, bank sampah, hingga petugas Dinas Lingkungan Hidup sehingga pelaksanaan Gerakan Pilah Sampah dari Rumah dapat dipantau secara berkala.
Bagus berharap dengan Gerakan Pilah Sampah dari Rumah, penanganan sampah di Kota Madiun dapat maksimal dan berkelanjutan bagi lingkungan sekaligus memberikan manfaat ke warga.(wa/an)








